Jakarta –

Read More : Nissan GT-R yang Disita Kejagung Pakai Nama PT, Segini Pajaknya

Industri mobil Indonesia sedang mengalami masa sulit tahun ini. Penjualan kendaraan bermotor, khususnya roda empat, menurun. Target penjualan direvisi.

Ketua Umum Gakindo Yohannes Nangoi mengatakan industri mobil Indonesia akan menghadapi masa sulit pada tahun 2024. Penjualan turun dan target penjualan mobil tahunan direvisi.

“Kami menyadari tahun 2024 akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi industri otomotif. Oleh karena itu, Gaikindo terpaksa mengubah target tahunannya dari 1,1 juta kendaraan menjadi 850.000 pada akhir tahun 2024,” kata Nangoi dalam sambutannya pada pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) di ICE, BSD, Tangerang, Jumat ( 11).

Nangoi memperkirakan masa-masa sulit ini akan berlanjut tahun depan. Selain itu, ada rencana kenaikan pajak seperti pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea balik nama kendaraan (BBNKB).

“Meski terjadi sedikit perbaikan perekonomian yang juga berdampak pada perekonomian Indonesia, namun ada beberapa faktor yang masih memperlambat pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Misalnya, suku bunga yang tinggi dan informasi mengenai rencana kenaikan pajak, PPN, dan kemungkinan kenaikan bea balik nama kendaraan. Hal ini tentu akan berdampak pada tumbuhnya industri otomotif yang sangat rentan terhadap perubahan harga. , kata Nangoi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Keberlanjutan industri otomotif Indonesia sangat penting dan harus terus dijaga. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian RI untuk menciptakan kemungkinan adanya insentif untuk mendukung. “Pasar kendaraan Indonesia,” lanjutnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun menanggapi harapan Gaikindo. Menurut Agus, mengingat pentingnya sektor otomotif bagi perekonomian Indonesia, pemerintah tengah menyiapkan insentif bagi industri otomotif.

“Tekanan kadang juga datang dari diri kita sendiri. Misalnya kalau kita bicara UU Nomor 1 Tahun 2022 yang juga merupakan keluhan Ketua Umum (Gaikindo Yohannes Nangoi) terkait BBNKB, tentu akan berdampak pada” Bahasa Indonesia” “Dan ini menjadi tekanan tambahan bagi sektor otomotif yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 dan juga berdampak negatif terhadap penjualan mobil di Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, salah satu prioritas program yang dirumuskan saat ini adalah penyiapan program insentif dan stimulus perekonomian bagi industri otomotif, lanjut Agus.

Agus mengatakan, pemerintah memberikan insentif kepada industri otomotif berupa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM DTP) yang dibiayai negara di masa pandemi COVID-19. Insentif ini terbukti mendongkrak penjualan kendaraan di tengah pandemi.

“Nah, ini sedang kita bahas sekarang dan Insya Allah pemerintah akan memutuskan program insentif dan stimulus sektor otomotif dalam waktu dekat. Saya masih belum bisa bilang bagaimana programnya, seberapa besar insentifnya. Tapi insentif dan insentifnya pasti. Insya Allah akan kami publikasikan karena pentingnya sektor otomotif bagi perekonomian nasional, kata Agus. Tonton video “Subsidi Rp 70 Juta, Bagaimana Cara Jual Mobil Listrik?” (rgr/ini)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *