Jakarta –
Perusahaan induk Starlink, SpaceX, telah meluncurkan satelit mata-mata lini pertama jaringan intelijen AS untuk meningkatkan kemampuan mata-mata di luar angkasa.
Satelit tersebut diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 yang lepas landas dari Vandenberg Space Force Base di California Selatan pada Rabu (22 Mei) lalu. Menurut Kantor Survei Nasional (NRO), ini adalah peluncuran pertama sistem pengumpulan data responsif dan pengiriman data cepat.
Jaringan satelit mata-mata ini pertama kali diketahui pada awal tahun 2024 ketika SpaceX memproduksi ratusan satelit mata-mata untuk NRO AS. Beberapa satelit tersebut akan diluncurkan tahun ini.
โSetelah sekitar selusin rilis untuk mendukung pertumbuhan arsitektur NRO yang direncanakan pada tahun 2024 dengan lebih banyak rilis hingga tahun 2028,โ kata NRO.
Ratusan satelit mata-mata tersebut akan membentuk jaringan satelit di orbit dan dapat digunakan untuk mencari target di belahan bumi mana pun, seperti dikutip Reuters detikINET, Kamis (23 Mei 2024).
Selain SpaceX, Northrop Grumman โ pemasok industri pertahanan โ juga terlibat dalam proyek ini.
Badan-badan intelijen dan militer di seluruh dunia semakin bergantung pada satelit yang mengorbit Bumi untuk operasi mereka. Tren ini berkembang setelah biaya penerbangan satelit ke luar angkasa menjadi lebih murah.
Jaringan satelit NRO juga menunjukkan betapa bergantungnya pemerintah AS pada SpaceX milik Elon Musk. SpaceX mendominasi peluncuran roket di Amerika dan merupakan penyedia internet satelit terbesar di dunia melalui Starlink yang baru saja resmi diluncurkan di Indonesia. Tonton video “SpaceX Menawarkan Diskon 40% Perangkat Keras Starlink” (asj/asj)