Jakarta –
Serikat Pekerja (SP) Indofarma meminta perusahaan membayar tunggakan gaji karyawan. SP Indofarma menyatakan total gaji yang terutang kepada karyawan sebesar Rp 95 miliar.
Ahmad Furqon, Kepala Kantor Penyuluhan dan Advokasi SP Indofarma, mengatakan pegawai di mana pun sudah terlilit utang karena gajinya belum dibayar lunas.
“Kenapa ya karena kita punya utang dimana-mana, kalau kita dengar keluh kesah teman-teman di lapangan, pegawai Indofarma yang lain, sepertinya mereka punya utang dimana-mana, kita tidak tahu di mana lagi mereka mau menyelamatkan mukanya. kami usulkan pembayaran tunai,” ujarnya di Komisi VI Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Pihaknya juga menyarankan agar kelompok Indofarma diselamatkan dengan memberikan dana penyelamatan. Dengan menyelamatkan Indofarma, pihak Anda juga melakukan pendekatan perubahan organisasi atau karyawan.
“Kalaupun ada konsekuensi right size atau pensiun dini yang akan diterapkan oleh manajemen grup Indofarma, kami juga siap membahasnya. Padahal kami sudah mengajukan usulan tahun 2023 ke Indofarma, kalau mau melakukan Dimensioning yang benar, kami sepakat pengurangan jumlah pegawai tidak sesuai dengan PKB “Bisa dibilang nilainya 4, 5 kali PKB,” ujarnya.
“Kami sepakat tidak ada masalah dalam mengajukan proposal sebanyak tiga kali untuk meringankan beban Indofarma. Namun sejauh ini belum ada pembahasan dengan manajemen mengenai nilai pesangon terkait sizing yang benar,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya meminta agar segera dilakukan tindakan terhadap oknum pegawai dan mantan pegawai Indofarma dan anak perusahaan PT Indofarma Global Medika (IGM) yang diduga melakukan penipuan.
Penilaian akhir adalah kinerja holding farmasi negara karena sampai saat ini kalau kita lihat di Indofarma, manfaatnya belum terasa secara nyata, ujarnya.
Simak Video: Bos Bio Farma Bicara Kasus Utang Pinjaman Rp 1,26 Miliar yang Menjerat Indofarma
(acd/rd)