Jakarta –
Read More : Suara Ini Disebut Bisa Jadi Pertanda Akan Meninggal Kurang dari 24 Jam
Gelombang terbaru COVID-19 telah mencapai Singapura. Pada tahun 2024, antara tanggal 5 Mei dan 11 Mei, sekitar 25.900 kasus COVID-19 dilaporkan di Negeri Singa, meningkat 90 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang berjumlah 13.700 kasus.
Perwakilan pers Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Dr. Mohamed Syahril, Sp.P., MPH mengetahui ketakutan masyarakat Indonesia. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik karena infrastruktur kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia kini sudah lebih baik.
Insya Allah Indonesia siap (menghadapi COVID-19), kami yakin varian dan subvarian apa pun akan kami kendalikan, kata Dr. Syakhril. .
“Karena infrastruktur kita bagus, semua terbuka. Jadi (masyarakat) tidak khawatir,” ujarnya.
Syahril menambahkan, masyarakat akan menerapkan protokol kesehatan (procs) dimanapun berada, terutama di tempat keramaian. Pasalnya, ledakan kasus COVID-19 di Singapura membuktikan pandemi belum berakhir.
Ya ini bukti bahwa COVID-19 belum berakhir, Singapura kemarin sampai 25.000, itu varian baru, tambah dr Syahril.
Hati-hati, waspada. Hati-hati, pembatasan kesehatan masih diterapkan di beberapa tempat, ujarnya.
Kementerian Kesehatan sendiri menegaskan, meski terjadi peningkatan kasus COVID-19 di negara tetangga, namun virus tersebut belum masuk ke Indonesia.
“Dia belum masuk ke Indonesia,” tegas Sahril.
Varian COVID-19 saat ini aktif di beberapa negara, antara lain Singapura, JN.1 dan sub-variannya. Termasuk KP.1 dan KP.2 yang didominasi Singapura.
Tonton video “Mengenali Gejala Varian KP.1-KP.2 yang Menyebabkan Kebangkitan Kasus Covid di Singapura” (kna/kna)