Jakarta –

Read More : Seruan buat Liverpool: Fokus, Fokus, Fokus!

Baru-baru ini ada iklan lowongan kerja di Jobstreet di media dan kini Jobstreet telah menonaktifkan iklan lowongan kerja.

Director of Social & PR Indonesia Jobstreet, Adham Somantri, menawarkan beberapa tips untuk mengenali iklan lowongan kerja palsu. Adham menjelaskan bahwa pemohon visa tidak mudah diyakinkan oleh peluang yang tampaknya terlalu bagus. Biasanya itu adalah penipuan.

Selanjutnya, pencari kerja harus selalu waspada terhadap pengiklan atau pemberi kerja yang meminta pembayaran di muka atas nama kelancaran proses pencarian kerja.

Saat dihubungi, Sabtu (11/1/2025), detikcom mengatakan: “Jangan menanyakan detail uang, bank, atau kartu kredit dari pengiklan atau pemberi kerja sebenarnya.”

Kemudian mintalah slip transfer uang di mana Anda dapat menyimpan sebagian dari ‘pembayaran’, mintalah rincian bank atau kartu kredit, salin rincian identitas dan SIM dan mintalah nomor pajak sebagai bagian dari proses lamaran pekerjaan.

Adham menekankan, informasi ini harus diberikan hanya setelah pelamar menerima tawaran pekerjaan yang sebenarnya. Selain itu, pelamar harus berhati-hati saat mengumpulkan informasi pribadi non-pekerjaan seperti penampilan, status perkawinan, nama pengguna Jobstreet.com, kata sandi, dan informasi pribadi lainnya.

“Selalu periksa keaslian iklan lowongan kerja, email, atau perusahaan yang terkesan mencurigakan sebelum merespons. Misalnya, perusahaan besar dan terkenal tidak mencantumkan Hotmail atau alamat email gratis lainnya dalam iklannya. Jika Anda memiliki masalah, hubungi perusahaan tersebut langsung memverifikasi,” ujarnya.

Adham juga mengingatkan para pelamar kerja, jika mereka meragukan keaslian iklan lowongan kerja, agar segera memberitahukan Jobstreet.com dengan menambahkan tautan ke iklan tersebut jika mereka tidak menanggapi iklan lowongan tersebut.

Selanjutnya, pastikan Anda memiliki perangkat lunak anti-virus terbaru untuk melindungi komputer Anda, dan jika Anda telah memberikan informasi rekening bank atau kartu kredit Anda, segera hubungi lembaga keuangan Anda untuk meminta nasihat, dan waspadalah terhadap email mencurigakan yang meminta informasi pribadi.

“Jika Anda menerima email yang mencurigakan, hal terbaik yang harus dilakukan adalah segera menghapusnya. Jangan ikuti link atau membalas pengirimnya. Dengan mengikuti link tersebut, Anda mungkin tidak sengaja mendownload program ‘Trojan’ atau ‘keylogger’. more email dari sumber,” ujarnya. (acd/acd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *