Jakarta –
Read More : Toyota Raja Otomotif Dunia, Hampir Separuh Penjualan Disumbang Mobil Hybrid
Great Wall Motors atau GWM Indonesia akan menawarkan Haval Jolion HEV di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024. Mobil hybrid ini kini sudah bisa dipesan melalui skema pre-booking.
Hari Arifianto, selaku direktur pemasaran GWM Indonesia, mengatakan Haval Jolion HEV merupakan produk pertama pabrikan yang dirakit langsung di pabrik Wanaherang di Bogor, Jawa Barat. Perakitan dimulai bulan depan, sementara pengiriman unit baru akan dimulai pada September tahun depan.
Konsumen sudah bisa memesan unit ke distributor resmi GWM di Indonesia. Sedangkan banderol jadinya sama dengan Haval H6 yang diluncurkan sebelumnya, yakni Rp 10 jutaan.
“Ya, bisa dipesan. Tanda readynya sama dengan H6 ya, seri Haval termasuk Jolion, tanda readynya Rp 10 juta. Kalau (memesan unitnya), penantiannya ke GIIAS lama dan ramai sekali,” kata Hari Arifianto dalam pertemuan di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Namun saat ditanya soal bocoran harga, Hari belum bisa membeberkannya. Ia hanya menyebutkan Haval Jolion akan menjadi produk termurah pabrikan yang pastinya lebih kecil dibandingkan Haval H6. Perlu diketahui, saat ini harga H6 on the road Jakarta mulai dari Rp 590 jutaan.
Pengumuman harga di GIIAS 2024. Pada dasarnya mobil ini bermain di segmen B dan saat ini (diposisikan) sebagai produk Haval termurah di Indonesia, kata Hari.
Sebelumnya, Haval Jolion HEV sempat dipamerkan Great Wall Motor (GWM) di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2023. Bahkan, unit tersebut juga sempat terekam kamera sedang diangkut di jalan raya.
Dari segi spesifikasi, Haval Jolion HEV layak bermain di segmen B-hybrid dan menantang nama-nama populer seperti Toyota Yaris Cross dan Honda HR-V cs.
Haval Jolion HEV menggunakan mesin bensin 1.500cc turbo yang dipadukan dengan motor listrik sehingga menjadikannya mobil hybrid. Mesinnya diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimal 140,8 PS dan torsi 210 Nm. Tonton video “Hibrida terjual lebih baik daripada mobil listrik murni, bahkan tanpa subsidi” (sfn/rgr)