Jakarta –

Read More : Maaf, Tidak Ada Kota Indonesia di 10 Kota Terpintar di Dunia 2024

Para pejabat Uni Eropa dan Tiongkok sedang bersiap untuk menegosiasikan tarif impor mobil listrik baru Tiongkok setelah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan.

Uni Eropa baru-baru ini mengumumkan rencana menaikkan tarif kendaraan listrik buatan Tiongkok menjadi 38,1%. Sebagai tanggapan, perwakilan Uni Eropa dan Tiongkok membahas keputusan tersebut melalui telepon pada akhir pekan.

Uni Eropa menyatakan kekhawatirannya bahwa subsidi pemerintah Tiongkok untuk kendaraan listrik dapat mendistorsi pasar yang adil dan menurunkan harga jual kendaraan listrik asal Tiongkok. Sementara itu, Tiongkok memandang langkah UE sebagai tindakan proteksionisme yang melanggar prinsip perdagangan internasional.

Menurut Carscoops, Komisaris Perdagangan UE Valdis Dombrovskis mengadakan pembicaraan dengan rekannya dari Tiongkok Wang Wentao, sementara Jerman mendukung solusi dialog untuk mengatasi masalah ini.

Komisaris Perdagangan UE Valdis Dombrovskis telah menghubungi mitranya dari Tiongkok Wang Wentao mengenai tarif tersebut, menurut juru bicara UE, yang dihubungi oleh BBC.

Mereka berencana untuk terlibat dalam diskusi di semua tingkatan dalam beberapa minggu mendatang. Selain itu, Wang juga bertemu dengan Wakil Rektor Jerman dan Menteri Federal Ekonomi dan Perubahan Iklim Robert Habeck pada hari Sabtu.

“Jerman dan Tiongkok adalah pendukung dan penerima manfaat globalisasi,” kata Habeck.

Habeck juga menekankan bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan kompleksitas dan ketidakstabilan dengan meningkatnya proteksionisme perdagangan.

Pemerintah Jerman sangat prihatin dengan penyelidikan anti-subsidi yang dilakukan UE terhadap kendaraan listrik Tiongkok dan yakin hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif pada transisi menuju lingkungan yang lebih ramah dan kepentingan konsumen di Eropa.

Mereka menyatakan keprihatinannya akan mengganggu kepentingan perusahaan mobil Jerman di pasar Tiongkok. Dalam konteks saat ini, pemberlakuan tarif dianggap sebagai solusi terburuk yang dapat memperburuk perselisihan perdagangan yang sudah ada.

“Pihak Jerman setuju dengan usulan Tiongkok untuk menyelesaikan masalah ini melalui perundingan dan akan menginformasikan hal tersebut kepada Komisi Eropa. Diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi yang memungkinkan melalui diskusi dan perundingan dengan pendekatan konstruktif,” tambah Habeck. Tonton video “AS. Takut Banjir Mobil Listrik dari China, Ini Kebijakan Joe Biden” (1./1.)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *