Jakarta –
Read More : Bosch Berencana PHK 8.000 Pegawai
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Bansar Pandjitan turut hadir di latar belakang Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Taidar Dara (Akmel), Meglang, Jawa Tengah. Ia hadir sebagai pembicara.
Saat ini, Luhut mengaku serasa kembali ke rumah keduanya. Sebab, dia yang merupakan anggota TNI juga dididik di bidang tersebut, termasuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Luhut menjelaskan dalam postingan Instagram: “Serasa berada di Akademi Militer Magelang kembali ke rumah kedua. Saya yakin ada perasaan yang sama di sekitar Presiden @prabuo seperti para pejabat sebelumnya di Lembah Tedar. , Sabtu (26/10/2024).
Luhut kali ini juga menyebut, sejak masih di TNI, ia merupakan salah satu pimpinan Prabowo. Namun kini di bawah kepemimpinan Prabowo sebagai tokoh utama NKRI.
“Saya sudah banyak mendapat pengalaman pelatihan kepemimpinan bersama Presiden @prabo. Sebagai eksekutif senior, saya melihat beliau sebagai orang yang sangat banyak akal dan cerdas,” jelas Luhut.
Katanya: “Karena kemampuan ini, kita bisa bersama-sama dalam setiap pekerjaan, bedanya, dulu saya senior, sekarang Pak Probo yang menjadi atasan saya. Sekali lagi dalam perjalanan hidup ini, Hidup terungkap.” .
Lohut mengaku memahami alasan Prabhu memilih Glen Tedar dalam pembahasan kabinet. Sebab, menurutnya tempat ini memiliki nilai sejarah dan simbolis bagi para perwira TNI.
“Kita diciptakan dengan semangat persatuan, solidaritas, dan kesetiaan mutlak kepada negara dan negara. Dia ingin para menteri dan kliennya di pemerintahan setia kepada Tergugat, Tangun, Terangin, Tanah Air, dan Bangsa. Memiliki kepribadian yang menakutkan. tentang tekanan apa pun yang akan hadir dalam pekerjaan kami,” jelas Lohut.
Tampil sebagai pembicara, Luhut mengaku punya banyak pengalaman menjabat menteri di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dimana ia mempunyai banyak tanggung jawab mulai dari penanganan Covid-19 hingga berbagai tanggung jawab khusus lainnya.
“Hari ini saya menghadiri pengarahan Kabinet Merah Putih dan merupakan suatu kehormatan bagi Presiden Prabowo untuk berbagi pengalaman Indonesia dalam menghadapi tantangan internasional dan domestik selama 10 tahun saya menjabat di pemerintahan sebelumnya. Berbagai tantangan seperti pandemi, konflik geopolitik, dan krisis pangan telah mengajarkan saya pentingnya “mitigasi dan pengelolaan berbasis data”.
“Keberhasilan kita dalam menangani pandemi ini juga menunjukkan pentingnya bekerja secara terpadu untuk menemukan solusi efektif terhadap setiap permasalahan. Melalui teknologi digital, kami dapat mendukung lintas departemen dengan cepat dan akurat. dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan negara,” jelasnya.