Jakarta –

Read More : Terungkap Lewat Tes DNA, Pria Ini Baru Tahu Tertukar saat Bayi di Usia 64 Tahun

Sebuah kota di Rusia mengeluarkan peraturan baru, yakni memberikan hadiah uang tunai kepada remaja putri di bawah usia 25 tahun yang ingin memiliki anak. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak angka kelahiran di Rusia yang perlahan menurun, setelah negara lain seperti China dan Jepang.

Menurut India Times, besaran hadiah insentif yang ditawarkan adalah 100 ribu rubel Rusia (Rp 15,8 juta). Uang ini khusus diberikan kepada perempuan berusia di bawah 25 tahun yang masih terdaftar sebagai mahasiswa atau mahasiswa yang tinggal di wilayah Karelia.

Bonus ini tidak diberikan jika bayi meninggal. Undang-undang tidak merinci apakah suatu hadiah dapat dicabut ketika seorang anak meninggal karena sindrom kematian mendadak.

Selain pemberian insentif tersebut, para ibu juga akan menerima dukungan tambahan untuk pengasuhan anak dan pemulihan pasca melahirkan.

Angka kelahiran di Rusia telah mencapai titik terendah sepanjang masa. Menurut laporan terakhir, hanya sekitar 599.600 anak yang akan lahir pada paruh pertama tahun 2024, yang merupakan jumlah terendah dalam 25 tahun terakhir.

Angka tersebut bahkan berkurang 16 ribu dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Pemerintah Rusia menyebut situasi tersebut sebagai ‘bencana besar bagi masa depan bangsa’.

Karelia bukan satu-satunya daerah yang menerapkan program insentif untuk mendorong angka kelahiran. Setidaknya ada 11 pemerintah daerah di Rusia yang menawarkan insentif serupa, salah satunya Tomsk.

Pemerintah pusat di Rusia juga meningkatkan tunjangan kehamilan. Mulai tahun 2025, ibu yang baru pertama kali menerima stimulus akan menerima sekitar 677 ribu rubel Rusia (Rp 101,5 juta), naik dari 630.400 (Rp 94,5 juta) rubel pada tahun 2024. Tonton video “Jepang dan Korea Selatan mencatat rekor tingkat terendah jumlah kelahiran!” (AVC/CNA)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *