Hanya –
Read More : Konsulat Jenderal China Soroti Rendahnya Standar Keselamatan Wisata RI
Wali Kota Singleton Gibran Rakabuming Raka memerintahkan wakilnya, Tegu Prakosa, menindaklanjuti festival memasak tidak halal yang diprotes warga.
“Surat Pak Wali Kota (Gibran) hari ini merupakan pendekatan baru. Lain lagi agar Kementerian Agama malam ini mengontrol apa saja pekerjaan saya di rumah,” kata Wakil Wali Kota Solo (04/07/2024).
Teguhu mengatakan, hanya Pemkot yang memfasilitasi seluruh kegiatan dengan tetap menghormati aturan. Ia tidak ingin merasa menjadi minoritas di Indonesia, negara demokratis.
“Semua akan lebih mudah kalau harus ada cita-cita yang bisa dibicarakan bersama. Agar tidak ada yang merasa tidak senang atau dirugikan. Karena ini menyangkut kenyamanan dan keamanan Kota Surakarta. Jangan tinggalkan persoalan kejadian di kota. . Kota Solo tidak ideal untuk Solo,” jelasnya.
Taegu menegaskan, Pemkot Solo berupaya meminimalisir dampak kejadian tersebut. Selain itu, Solo juga dikenal sebagai kota toleran di Indonesia
“Itu yang harus kita minimalkan, dampaknya kita minimalkan. Paling tidak mengganggu, karena belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi bagi Pemkot tidak masalah,” ujarnya. – Warga memprotes Festival Memasak Halal
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, festival makanan nonhalal yang digelar di Solo Paragon Mall untuk sementara dibatalkan karena adanya protes warga. Acara ditutup setelah Dewan Syariah Kota (DSK) Kota Surkara bertemu dengan perwakilan pemerintah tunggal kota tersebut.
Humas DSK Andrew Sudarsono mengatakan, pihaknya telah mengimbau umat Islam untuk tidak mengikuti acara tersebut. Manifesto partainya juga menyoroti spanduk yang dianggap terlalu tidak senonoh.
“Kalau dari masyarakat sangat tidak sopan, walaupun kita menghormati makanan non muslim, tapi kita juga menghormatinya. Karena kita tidak bisa memaksakan kehendak, sifatnya adalah imbauan dan pernyataan sikap,” kata Andrew . Balai Kota Solo, Rabu (3/7) saat ditemui di penghujung festival
Festival Pecinan Nusantara atau Festival Kuliner Non-Hal yang menuai protes warga, berlanjut di ujung Solo Paragon Mall. Festival ini sekarang dibuka di Mall Atrium
Banyaknya pengunjung yang menyaksikan festival tersebut dari tindak lanjut DetikJateng. Lokasi di sisi kanan dan kiri bisa ditutup kain hitam. Sementara itu, petugas keamanan terlihat berdiri di pintu masuk.
Ditanya mengenai kelanjutan program tersebut pada Kamis (4/4/2024) malam, Event Organizer (EO) festival tersebut, Kane, mengatakan sudah berjalan.
Kane mengatakan, banyak kesepakatan yang sebenarnya dilakukan EO, mulai dari pelepasan spanduk yang dianggap terlalu cabul. Selain itu juga ada kesepakatan mengenai penyewa
“Jadi kain sekelilingnya diberikan sesuai permintaan. Untuk sampulnya. Untuk sampulnya oke kita lanjutkan, pokoknya kita lanjutkan permintaannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ken menyampaikan rasa syukurnya karena bisa kembali mengadakan acara tersebut. “Pada dasarnya kami bersyukur acara tersebut dapat dilanjutkan kembali,” ujarnya.
Kane mengatakan, festival makanan nonhalal itu digelar selama lima hari, yakni 3-7 Juli. Menurut dia, puluhan ribu tenant dari berbagai daerah mengikuti festival masak nonhalal tersebut.
“Iya, tanggal 3-7 Juli 2024. Itu usaha kecil-kecilan, yang kita tekankan dalam semua acara adalah usaha kecil-kecilan UMKM, bukan kata restoran besar.”
——-
Artikel ini muncul di detikJateng
Tonton video “Akhir tragis festival keagamaan India: 121 orang tewas, tenda dibongkar” (wsw/wsw)