Jakarta –
Read More : Hukuman Dipangkas, Pogba Persiapkan Diri Untuk Main Lagi
Kasus ’emas palsu’ PT Aneka Tambang Tbk yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung) menyedot perhatian publik. Jaksa Penuntut Umum menyebutkan ada 109 ton emas palsu yang tersedia.
Direktur Laba Forexindo Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bisa berdampak pada Antam. “Jika penipuan terhadap merek ini terus terjadi di media tentu akan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat, penjualan Antam akan turun drastis, karena kepercayaan masyarakat akan menurun,” ujarnya kepada detikcom, Jumat (31/5/2024).
Dia membenarkan, kasus ini terungkap saat harga emas sedang naik. Namun emas yang dijual masyarakat tidak sama dengan emas yang diproduksi.
“Kalau suppliernya jual, mereka bawa sertifikat, dari sertifikat itu mereka tahu saya banyak produksi, pelanggannya banyak yang jual. Makanya Antam tidak rugi, dari segi produk emas Antam tidak terbuang, tapi dari segi merek merugi,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat pasti tahu tentang kotak emas tersebut. Hal ini akan menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat.
“Kalau saya lihat masih belum terlalu populer, dan belum banyak yang tayang di TV, tapi masyarakat pasti tahu, yang pasti masyarakat juga akan berpikir: ‘Apakah logam mulia itu benar-benar ada di Pegadaian? Saya beli dari Antam. atau tidak’,” katanya. katanya.
Namun dia mengimbau masyarakat tidak perlu takut. Ia mengira emas yang mereka beli itu asli, padahal itu hanya soal merek. Ia juga meminta agar nasabah tidak bertanggung jawab atas hal tersebut dan Antam selalu menerima penjualan emasnya selama memiliki sertifikat.
“Nasabah tidak boleh disalahkan, jadi nasabah jual emasnya ditolak, itu tidak mungkin. Jika masyarakat masih memiliki sertifikat Antam, maka harus menerimanya dengan harga yang berlaku. harga saat itu,” katanya. (acd/kil)