Jakarta –

Read More : Kondisi Delia Yasmine Usai Operasi Hampir 15 Jam karena Kecelakaan Mobil

Kementerian Kelautan dan Investasi (Kemenko Marves) berencana membuka Pusat Penelitian Maritim Internasional di Indonesia pada Mei mendatang. Hal ini sejalan dengan rencana RI untuk menanam rumput laut di laut.

Wakil Direktur Sumber Daya Air Kementerian Kelautan dan Perikanan Firman Hidayat mengatakan pembukaan pusat penelitian tersebut akan dilakukan pada Konferensi Air Dunia ke-10 pada 18-25 Mei 2024.

“Kami berencana mendirikan pusat penelitian akuakultur internasional yang berbasis di Indonesia. Mudah-mudahan bulan depan bisa kita presentasikan di World Aquaculture Forum,” kata Firman pada acara Indonesia Aquaculture Business Conference 2024 bekerja sama dengan detikcom dan pertemuan KKP. Raffles Hotel Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (29 April 2024).

Indonesia sendiri merupakan produsen rumput tropis terbesar di dunia, namun perkembangan industri pada sektor tersebut di atas masih belum baik. Hal inilah yang menjadi dasar didirikannya lembaga penelitian ini. Kedepannya, pusat penelitian ini akan mendukung para ahli internasional yang akan meneliti potensi industri gulma.

“Nantinya kami akan mengundang para ahli internasional untuk duduk bersama dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan di tingkat biologis dan di luarnya, termasuk menjajaki penerapan water landing,” ujarnya. Firman mengatakan, rumput laut saat ini menjadi produk terpenting untuk dikembangkan. Kementerian Perikanan dan Kelautan sendiri memiliki empat bidang utama dalam pengembangannya, antara lain biostimulan, bioplastik, biofuel, dan pangan olahan.

“Itulah arah masa depan. Namun, untuk turun ke bumi kita bisa menciptakan hal yang berbeda. Namun menurut pendapat saya, kuncinya adalah, pertama-tama, mengingat jumlah produksi gulma yang kita miliki saat ini tidak mencukupi,” katanya.

Oleh karena itu, pekerjaan rumah selanjutnya yang perlu dilakukan RI adalah mengembangkan, membudidayakan, dan memproduksi rumput tersebut. Menurut dia, salah satunya adalah menentukan luas areal yang akan diperuntukkan dan memberikan kemudahan izin budidaya.

“Tetapi kita juga perlu meningkatkan pertumbuhan rumput, salah satu cara untuk menemukan spesies yang tahan penyakit, suka atau tidak suka, itu akan menjadi masalah bahkan dalam kondisi perubahan saat ini. Alam harus menemukan spesies yang…” dapat memecahkan masalah tersebut. mampu menahan kenaikan suhu laut,” ujarnya. (sst/itu)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *