Kupang –

Read More : Begini Jadinya Kalau Cristiano Ronaldo dan Messi Nonton Timnas

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan bahwa pemerintah tidak bisa sendirian untuk menjadikan internet ramah bagi semua orang, termasuk anak-anak. Untuk itu, pemerintah juga melibatkan masyarakat lokal di daerah untuk menjadi representasi literasi digital.

Ketersediaan akses internet mempunyai dampak yang besar dalam meningkatkan arus informasi, komunikasi, transaksi, pekerjaan, perekonomian terkini. Namun, jika Anda tidak memiliki pemahaman yang benar, Internet dapat mendorong penipuan, pornografi, pencurian identitas, perjudian online, dan intimidasi.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, mengatasi dampak negatif internet memerlukan kerja sama pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal di daerah.

Meutya mengatakan, berdasarkan data terkini, Komdigi telah bekerja sama dengan 8.000 relawan mitra komunitas untuk membantu Komdigi menghadirkan literasi digital kepada masyarakat.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan atas nama literasi digital. Jadi kita harapkan ada teman-teman muda, wakil tokoh masyarakat, wakil tokoh adat, tokoh agama, masyarakat yang punya komunitas sendiri atau jamaah sejenisnya. Kami berharap demikian. bahwa mereka “membantu kita mengembangkan literasi digital,” kata Meutya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan Nusa Tenggara Timur merupakan kunjungan kerja pertama Meutia sebagai Menteri Komunikasi dan Teknologi. Ia mengecek sinyal internet di daerah terpencil, khususnya di wilayah Amarasi Kabupaten Kupang yang warganya kesulitan berselancar di internet.

Ia juga mengunjungi stasiun bumi Satria-1 di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada hari yang sama untuk mengecek perkembangan satelit pemerintah tersebut. Di tempat yang sama juga dilakukan dialog literasi digital dengan tokoh agama NTT.

“Comdig PR masih banyak, tapi dari segi infrastruktur kita koneksinya saat ini cukup baik, 97%. Meskipun kami memahami bahwa masih banyak koneksi internet yang lambat, 97% sudah tercakup. Jadi, persoalan kita bagaimana membuat hubungan itu bermakna, bermakna, penuh kasih sayang,” jelasnya.

Menteri Komunikasi dan Teknologi Meutya Hafid mengatakan internet merupakan ruang bersama. Oleh karena itu, pemeliharaannya dilakukan secara bersama-sama. Dalam hal ini, pemerintah membangun infrastruktur dan regulasi telekomunikasi, sedangkan ruang digital dilaksanakan secara bersama-sama.

“Caranya adalah literasi digital, jadi kita berharap banyak generasi muda yang bisa membantu, mulai dari perang judi online, internet ramah anak. Lalu penguasaan internet lainnya, bullying, apa lagi? Kita harus melindunginya bersama-sama. Jadi pemerintah tidak bisa sendiri, perlu melibatkan masyarakat dan masyarakat,” tutupnya.

Saksikan video “Video. Komdig skorsing 11 pekerja yang ‘Bina’ Judol” (agt/afr).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *