Jakarta –
Read More : Remaja 14 Tahun Tewas usai Telan 65 Benda Asing, Ada Baterai-Pisau Cukur di Perutnya
Florence Pugh memutuskan untuk membekukan sel telurnya pada usia 27 tahun setelah didiagnosis menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis. Dia membuat keputusan ini agar dia bisa memiliki anak di masa depan.
“Ketika saya berusia 27 tahun, saya diberi informasi yang sangat berbeda bahwa saya perlu membekukan telur saya dan melakukannya dengan cepat, yang membingungkan dan saya senang, sangat bahagia dan diberkati melihat ini karena saya menginginkan anak sejak saya datang. anak-anak tidak terlalu banyak,” kata Pugh dalam wawancara dilansir The Glamour UK, Jumat (29/11/2024).
PCOS adalah suatu kondisi di mana ovarium atau testis wanita tidak berkembang secara normal akibat ketidakseimbangan hormon. Sedangkan endometriosis adalah kondisi umum dan seringkali menyakitkan yang terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim itu sendiri.
Gejala PCOS dapat berupa “perubahan menstruasi, perubahan kulit seperti bertambahnya rambut di wajah dan tubuh serta jerawat, pertumbuhan tidak normal, dan infertilitas”.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kondisi kronis ini mempengaruhi sekitar 8 hingga 13 persen perempuan dan anak perempuan usia subur di seluruh dunia. Sayangnya, hingga 70 persen pasien PCOS tidak terdiagnosis atau tidak menyadari kondisinya.
Pugh mengatakan dia berharap dengan menceritakan pengalamannya akan membantu meningkatkan kesadaran akan penyakit ini.
“Saya merasa sangat kasihan kepada semua remaja putri yang terlambat dan datang ketika mereka mulai memiliki anak di usia 30-an,” kata Pugh.
Tonton video “Penyebab Sindrom Ovarium Polikistik”