Jakarta –
Read More : Siap-siap! Tax Amnesty Bakal Ada Lagi
Musim haji telah tiba. Jamaah haji selain beribadah juga menyempatkan diri ke rumah suci untuk membeli oleh-oleh saat pulang ke kampung halaman.
Faktanya, banyak masyarakat Indonesia yang membeli banyak oleh-oleh untuk sanak saudara dan keluarga. Sayangnya, batasan bagasi maskapai seringkali menjadi kendala. Jika hal ini terjadi, maka jasa pengiriman akan menjadi pilihan bagi jemaah haji asal Indonesia yang ingin mengirimkan barang bawaannya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Manajer Layanan Kurir Internasional FGV Lucia mengingatkan para hadirin untuk berhati-hati dalam memilih layanan pengiriman kargo. Hal ini disebabkan semakin maraknya layanan pengiriman kargo ilegal, apalagi memasuki musim haji.
“Ada banyak lalu lintas (dan bagasi) di Mekah dan Madinah selama haji. Tapi kita belum tahu bisa diandalkan atau tidak,” ujarnya kepada detikcom, baru-baru ini.
Maka pihaknya berupaya membantu mengatasi kekhawatiran jamaah haji dengan menawarkan layanan pengiriman cinderamata dari Mekkah.
“Karena turisnya banyak, kami coba cover masyarakat yang bingung, ini (jasa pengiriman) terpercaya, produk saya sampai atau tidak,” ujarnya.
Dalam proses pengirimannya, FGV International Courier Service bekerjasama dengan PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) sebagai partner. Dengan demikian, jemaah lebih mudah melacak barangnya sampai atau tidak.
Lucia mengatakan jemaah tidak perlu khawatir dengan paket bagasi mereka karena akan diantar ke depan pintu rumah mereka. Kurir Internasional FGV, kata dia, melakukan pengiriman ke seluruh pelosok Indonesia, khususnya Papua. Namun tarifnya akan tetap.
“Wilayah Jawa 24 riyal per kg. Provinsi Sumatera 26 riyal, Kalimantan dan Sulawesi 28 riyal. Lalu NTT, NTB 28 riyal. Kalau Papua (tarifnya) 30 Rial. Jadi bayarnya per kg pakai Riyal (uang). ), Lucia menjelaskan.
Ia juga mengatakan, bagi wisatawan yang ingin mengirim oleh-oleh dengan berat hingga 15kg bisa datang langsung ke FGV International Courier Service Point. Lokasinya berada di lantai dua Al Safwa Tower Makkah, Arab Saudi.
“Kita bisa bawa (muat) kapasitasnya ke hotel (dengan syarat), kalau 30 kg, 50 kg bisa kita ambil,” jelasnya.
Permintaan transfer harus menyertakan sejumlah dokumen. Jamaah reguler, khusus dan khusus wajib membawa Siscopatuh (Sistem Manajemen Terpadu Komputer Umrah dan Haji Khusus) dan paspor. Khusus untuk itinerary umroh mandiri sebaiknya menyertakan paspor dan tiket pulang.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik agar jamaah haji dapat mengantarkan barang dengan aman,” tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 08111536633 (Lucia/Hadi/Bustanul). (perempuan/perempuan)