Kabupaten Malang –
Read More : Dipakai Kijang Innova Zenix, Ini Keunggulan Ban Dunlop
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menjalin kerja sama dengan peternak sapi perah lokal di Indonesia melalui Dairy Development Program (DDP). Selama ini FFI melanjutkan kerjasamanya dengan Koperasi SAE Pujan dengan mendirikan Milk Collection Center (MCC) di Pujan, Malang, Jawa Timur.
Pemberian tersebut berupa fasilitas bebas bunga sebesar Rp.
“Koperasi Produk Susu (KPS) merupakan mitra strategis kami agar peternak dapat memperoleh susu segar yang berkualitas, oleh karena itu koperasi mempunyai peranan penting dalam pendistribusian susu segar dari peternak hingga industri pengolahan. “Ekosistem yang diberikan oleh peternak sapi perah Indonesia memungkinkan produksi susu segar berkualitas, yang berdampak positif terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Korporat PT FFI, Andrew F. Saputro, bendera Indonesia pada acara media visit dan farm tour Pujon Malang, Selasa (10/12/2024).
Andreas mengatakan timnya berkomitmen untuk meningkatkan standar gizi nasional serta kesejahteraan petani lokal. Seperti diketahui, susu merupakan sumber protein hewani yang banyak mengandung vitamin dan mineral.
“Dengan semangat kerja sama dan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan meningkatkan standar gizi nasional, kami yakin inisiatif ini akan memberikan dampak positif dan berkelanjutan. FFI bersama SAE Pujon Cooperante melanjutkan upaya yang dilakukan Andreas, kata Andreas. , Kontribusi nyata dalam menopang industri nasional.
“Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dalam MCC ini dapat merasakan manfaatnya dan terus berupaya menuju masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Dr. Dr. Agung Suganda juga menyetujui kerjasama antara FFI dan Koperasi SAE Pujan untuk mendukung pertumbuhan industri susu segar nasional melalui dukungan program kelayakan. .
Menurutnya, FFI merupakan model masyarakat yang positif dan efektif berdasarkan program pembangunan yang berhasil bekerjasama dengan berbagai pihak seperti koperasi, sepuluh ribu toko, dan 22 pemasok.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat diraih oleh industri pengolahan susu lainnya khususnya di Jawa Timur sehingga memberikan dampak yang lebih besar. Selain itu, kami berharap kerjasama yang dapat terjalin dengan SAE Puzon atau pemasok susu rumah tangga lainnya. kualitas Untuk meningkatkan dan memberi manfaat bagi peternak sapi perah.” kata Dr Agung.
Terlebih lagi, MCC akan mampu menjadi katalis utama bagi kesejahteraan petani secara keseluruhan. Dr Agung mengatakan produksi susu lokal yang kuat akan membantu memenuhi kebutuhan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan status gizi masyarakat melalui ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Khusus Koperasi Susu SAE Pujon HM Niam Shafi mengatakan MCC akan menjadi pintu gerbang utama penjaminan mutu susu segar sebelum dikirim ke industri. Dengan bantuan teknis dan peningkatan akses pasar, koperasi petani akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan memperluas usaha mereka.
Misi MCC adalah meningkatkan efisiensi pengumpulan susu segar, menjaga kualitas produk dan memfasilitasi peternak untuk memenuhi standar industri. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan peralatan berteknologi modern untuk memastikan susu yang dikumpulkan tetap segar dan berkualitas untuk diproses lebih lanjut.
Proyek FFI lainnya bersama SAE Pujon Cooperante mengirimkan pemuda anggota SAE Pujon Cooperante ke Belanda untuk pelatihan intensif. Tujuannya adalah Youth Progressive Farmers Academy (YPFA) yang bertujuan untuk menghasilkan generasi muda peternak sapi perah yang terampil dan berdaya saing.
“Berbagai program yang dilaksanakan bersama FFI, mulai dari petani muda hingga penyediaan proyek biogas, merupakan upaya kita bersama dalam menjawab tantangan yang ada di bidang agribisnis. Kami sangat berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya memberikan manfaat. memberikan sumber nutrisi bagi bangsa,” kata Niamh.
Salah satu peserta YPFA adalah Koperasi SAE Puzon Tatok. Dikatakannya, program tersebut merupakan sistem pengetahuan pengelolaan ternak sapi yang terbukti mampu meningkatkan hasil 12 ekor sapi.
“Sebelum pelatihan intensif di Belgia, rata-rata hasil per sapi saya adalah 25,9 liter per hari. Namun sekarang menjadi 35-40 liter per hari,” kata Tatok.
Di Belgia, Tatok mempelajari keterampilan dasar seperti memutihkan sapi, menyiapkan pakan sapi berkualitas, dan membersihkan kandang agar sapi tetap sehat dan produktif. Peningkatan produktivitas berbanding lurus dengan turnover.
“Tatok dapat Rp seratus juta”. Sebelumnya sekitar Rp 15-16 juta,” kata Tatok.
Tak hanya itu, kerjasama FFI dan Koperasi SAE Pujan merupakan fasilitas proyek biogas yang juga mendukung PT Jawa Shakti dalam mengelola kotoran menjadi energi terbarukan untuk beberapa mitra petani. Keunggulan biogas ini adalah dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau gas untuk memasak. Kolaborasi ini juga berlaku pada prinsip berkelanjutan. Sebab sisa kotoran kering juga digunakan sebagai pupuk rumput.
“Kolaborasi yang terkoordinasi antar pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan produksi susu segar berkualitas oleh peternak sapi perah lokal. Di sisi lain, kolaborasi ini memberikan literasi tentang kualitas susu kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata M. Bupati Malang. Sanusi
“Saya mengapresiasi kerjasama FFI dan SAE Pujon Cooperante dalam membangun fasilitas MCC ini, yang akan membantu peternak meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu segar dan pada akhirnya mendukung program pengembangan status gizi nasional,” tutupnya. (akn/ega)