Jakarta –

Read More : Carlo Ancelotti Siap Pensiun

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, evaluasi masif terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan terus dilakukan. Ia mengatakan, pekan depan akan ada rapat evaluasi besar yang digelar di Bea dan Cukai.

Seperti diketahui belakangan, lembaga di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indravati itu kini tersangkut berbagai persoalan yang viral di media sosial. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menegaskan hal tersebut dan menyatakan akan mengkaji ulang kinerja bea dan cukai.

Sri Mulyani sudah melaporkan ke Jokowi mengenai permasalahan yang terjadi di bea dan cukai beberapa hari lalu. Meski demikian, Ngabalin menyebut pekan depan lembaganya masih akan menggelar rapat evaluasi besar-besaran.

“Dia ada rapat-rapat, rapat evaluasi, rapat koordinasi berdasarkan semua aduan masyarakat. Saya kira akan ke kementerian (bukan dipanggil ke Istana), tapi presiden akan tahu. Rabu kalau tidak salah.”, jelasnya. Ngabalin saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024).

Ngabalin menegaskan perlu adanya penilaian yang besar dalam adat istiadat, apalagi belakangan ini muncul berbagai persoalan. Menurut dia, KSP juga banyak menerima keluhan masyarakat mengenai buruknya kinerja bea dan cukai.

Keluhan serupa juga diterima langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dari masyarakat. Maldoko langsung melaporkan hal tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Karena banyak permasalahan, banyak pengaduan terkait kepabeanan dan cukai, ada yang di bandara internasional dengan hal yang disampaikan ke publik. Kami di KSP juga Pak Jenderal Moeldoko juga menerima kasusnya dan beliau menyerahkannya kepada Presiden, jelas Ngabalin.

Banyak permasalahan di bidang kepabeanan dan cukai yang kini terekspos ke masyarakat. Misalnya saja ketika pihak agensi mengenakan pajak sebesar Rp 31 juta untuk pembelian sepatu olahraga impor sebesar Rp 10 juta. Bea dan Cukai juga dikritik saat itu karena menahan bahan pelajaran dan mainan SLB untuk diperiksa.

Terakhir, seorang pegawai Bea Cukai Purwakarta dicopot dari jabatannya karena diduga mampu menyampaikan Laporan Dunia Pejabat Negara (LHKPN) dengan benar.

Pada Rabu, 15 Mei, Sri Muliani bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Istana Negara untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di bea dan cukai. Laporan itu muncul setelah Jokowi mengumumkan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap administrasi bea dan cukai.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani berjanji akan meningkatkan kinerja pelayanan lembaga-lembaga yang berada di bawah koordinasinya. “Saya menantikan semuanya dan kami akan mengambil langkah-langkah untuk terus memperbaikinya,” tegas Sri Muliani usai pertemuan dengan Jokowi. (objek / gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *