Jakarta –
Read More : Terkuak! Ini Alasan Prabowo Pengin Bikin Kampung Haji di Makkah
Menteri Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada triwulan I-2024 mencapai 5,11%. Menurutnya, angka pertumbuhan tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di Asia.
Namun tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut belum cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, tingkat pertumbuhan ekonomi harus berada pada level 6-7%.
“Kita lihat pertumbuhannya, kita perlu tumbuh 6-7%, sekarang kita tumbuh rata-rata hanya 5% yang merupakan salah satu yang terbaik di ASEAN dan G20,” kata Airlangga dalam seminar ekonomi yang digelar di Kanisius College, Central Jakarta, Sabtu (11/5/2024).
Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebesar itu, Indonesia perlu mendapat investasi yang lebih baik baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Karena itu, pemerintah terus melakukan praktik serupa dengan negara lain.
“Bagaimana kita melakukannya? Ya, kita berbicara tentang meningkatkan investasi kita, jadi itulah yang kita coba lakukan. Fakta lainnya adalah kita perlu mendorong perekonomian kita untuk lebih banyak berubah, jadi berubah, kita menciptakan dunia. Kerjasama.” ,” dia berkata.
“Indonesia berhasil menjadi tuan rumah G20, dan kita sangat disegani dunia karena kita bisa memiliki soft power di G20. Karena kekuatan diplomasi internasional adalah kekuatan ekonomi bagi kita,” kata Airlangga.
Pada saat yang sama, Indonesia terus menjalin kerja sama di bidang perekonomian dengan membentuk blok-blok baru seperti Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), Asia Zero Emission Community (AZEC), hingga Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). . ), Perjanjian Kerjasama Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dan Perjanjian Kerjasama Indonesia-Korea (IK-CEPA)
“Kami sedang mengerjakan berbagai blok ekonomi. Antara lain dengan Amerika Serikat kami telah menandatangani Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang akan ditandatangani pada tanggal 6 bulan depan. Amerika,” kata Airlangga.
“Kemudian kita ada transisi energi ke Asia Zero Emission Community, ini pemberian dana untuk transisi energi, kemudian kita selesaikan penandatanganan IEU-CEPA,” jelasnya lagi. (jam/jam)