Jakarta –
Read More : Sarah Azhari Cerita Imbas Kebakaran LA, Rumah 8 Km dari Lokasi
Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan beban dan beban pada semester I 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Berdasarkan laporan keuangan GOTO, penjualan dan beban GOTO mengalami penurunan sebesar 56,1% menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,30 triliun.
Berdasarkan laporan tersebut, total beban dan beban perusahaan turun 27,2% menjadi Rp 9,47 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,99 triliun. Penurunan tersebut mengakibatkan kerugian operasional (kerugian bisnis) GOTO pada enam bulan pertama YoY turun 72% menjadi Rp1,73 triliun dari kerugian operasional Juni 2023 sebesar Rp6,11 triliun.
Sedangkan GOTO membukukan laba bersih pada I-2024 sebesar Rp7,74 triliun. Laba bersih GOTO meningkat 12,4% YoY pada Juni 2023 menjadi Rp6,88 triliun.
Dengan menekan biaya dan meningkatkan laba bersih, induk perusahaan Gojek dan GoTo Financial (GTF) mampu menurunkan laba bersih sebesar 62,3% menjadi Rp 2,7 triliun dari sebelumnya rugi bersih sebesar 7,16 triliun.
Berdasarkan laporan yang dirilis Bursa Bisnis Indonesia (BEI), pendapatan terbesar disumbang oleh pendapatan Jasa yang diperkirakan mencapai Rp 2,93 triliun atau 38% dari total laba bersih.
Segmen pendapatan bersih, jasa, pinjaman dari lini bisnis GoTo Financial (GTF) yang tumbuh paling cepat, naik 662% menjadi Rp 667 miliar dibandingkan 88 miliar pada Juni tahun lalu. Pendapatan dari jasa transportasi juga naik 174% menjadi Rp 2,66 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 972 miliar.
Biaya E-niaga
GOTO juga menerima biaya e-commerce dari transaksi Tokopedia senilai $267 miliar pada Mei 2024. Pendapatan tersebut baru didapat tahun ini setelah investasi TikTok di Tokopedia selesai pada akhir Januari 2024.
Secara triwulanan, total nilai transaksi bisnis inti (GTV) (tidak termasuk saluran pembayaran merchant) pada Q2-2024, dibandingkan Q2-2023, meningkat 54% YoY mencapai Rp 63,2 triliun. Sementara itu, GTV grup pada kuartal tersebut juga naik 26% hingga mencapai Rp 121,5 triliun.
Total pendapatan eksklusif pada Q2-2024 juga naik 39% YoY menjadi Rp 4,3 triliun. Kerugian EBITDA grup yang disesuaikan juga meningkat 95% YoY mencapai Rp 48 miliar.
Kinerja baik tersebut didukung oleh pertumbuhan pengguna sektor jasa ekonomi mulai dari layanan on-demand (ODS atau Gojek), peningkatan penggunaan software GoPay, pertumbuhan penyaluran kredit, dan disiplin pengelolaan keuangan usaha.
Menurut Patrick Walujo, CEO GoTo Group, pertumbuhan pada kuartal II ini menegaskan strategi perusahaan untuk fokus pada pelanggan pasar besar.
“Kami akan terus memberikan solusi bagi seluruh pelanggan kami, baik yang membutuhkan kenyamanan maupun permasalahan finansial. Langkah ini akan terus menjadi landasan bagi perkembangan perusahaan sejalan dengan upaya utama pengembangan kami. Dan melanjutkan komitmen kepada Patrick, ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (30/7/2024) menyebutkan keberhasilan kelompok EBITDA menyesuaikan laba sepanjang tahun anggaran 2024.
“Pada akhir tahun pertama saya sebagai CEO, perusahaan mencatatkan basis terkuat hingga saat ini, dan saya bangga berperan dalam kemajuan ini. Tim kuat dan didukung oleh talenta-talenta baru yang mendorong pertumbuhan lebih lanjut,” tambahnya. .
Sementara itu, Chief Financial Officer Grup GoTo Jacky Lo menjelaskan pada kuartal II-2024, GoTo mencatatkan peningkatan pesat dengan GTV grupnya mencapai Rp 63,2 triliun atau meningkat 54%. Total pendapatan grup juga meningkat 39% YoY.
Jacky menjelaskan, sejak awal tahun, jumlah pelanggan Gojek Plus meningkat dua kali lipat seiring dengan semakin meluasnya penerimaan GoPay dan produk pinjaman perseroan. Disusul dengan langkah strategis menyasar pasar yang besar, meningkatkan pengguna transaksi bulanan GoTo Group (pengguna transaksi bulanan) sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini dicapai seiring dengan penurunan biaya operasional dan peningkatan EBITDA yang disesuaikan, yang dilaporkan dari tahun ke tahun selama delapan kuartal berturut-turut. Dengan situasi ini, kami yakin perusahaan sedang menuju ke arah yang layak. terus berkembang, sementara Jacky menjelaskan bahwa komitmen yang tersisa “mencapai tujuan permainan”.
Pengeluaran Pendapatan Tetap Grup GOTO juga turun 5% YoY pada Q2-2024, dengan pengeluaran harian perusahaan melaporkan penurunan 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. GOOT juga terus mencatatkan posisi keuangan dan finansial yang kuat. Pada 30 Mei 2024, perusahaan diketahui memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 22 triliun ($1,34 miliar). Tonton video “TikTok Store berjalan kembali di bawah Tokopedia” (prf/ega)