Jakarta –
Read More : Kalah Dalam Gugatan di AS, Google Dinyatakan Monopoli!
Idul Adha hampir tiba. Kecepatan tersebut ternyata berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, salah satunya daging ayam.
Daging ayam di Pasar Senen Jakarta Pusat dijual Rp 40.000/kg dari harga sebelumnya Rp 36.000/kg. Kini dada ayam dibanderol Rp50.000/kg dari sebelumnya Rp40.000/kg.
Salah satu pedagang ayam di Pasar Sen, Jakarta Pusat, bernama Tarno, mengatakan peningkatan daging ayam rupanya terjadi sejak Idul Fitri. Menurut dia, peningkatan produk ini disebabkan harga pakan ternak yang sangat mahal.
“Sudah lama, tanahnya juga sudah keluar. Peralatan perawatan hewan juga mahal,” kata Tarno saat ditemui Detikcom, Kamis (13/6/2024).
Selain itu, ia menilai biaya tenaga kerja peternak juga menjadi penyebab harga daging ayam tidak turun. Ia mengatakan, gaji pekerja di masa krisis bisa mencapai Rp3 juta per bulan.
“Gaji pekerjanya juga naik, gajinya minimal Rp 3 juta, biar kerjanya bagus, kalau mau hasil bagus gajinya harus normal,” imbuhnya.
Ia juga memperkirakan harga daging ayam bisa naik saat Idul Adha. Katanya, harganya setidaknya berkisar Rp 45.000/kg. Peningkatan yang konstan ini menyebabkan perubahan menjadi lebih jarang.
“Bisa naik lagi, maksimal kenaikannya Rp 45.000/kg. Hampir Rp 60.000/kg dari kandang menjadi Rp 55.000/kg. Kalau naik lagi, keuntungannya kecil,” ujarnya.
Selain itu, harga daging ayam di Pasar Serdang, Kemayoran juga mengalami kenaikan. Mus, seorang pedagang daging ayam menjual daging ayam dengan harga Rp 38.000/kg dari sebelumnya Rp 36.000/kg. Untuk dada ayam harganya Rp 54.000/kg dari sebelumnya Rp 50.000/kg.
Ada kenaikan lagi. Satu ekor yang tadinya Rp 35.000/kg, sekarang Rp 38.000/kg, ”ujarnya.
Dia mengatakan, peningkatan tersebut terjadi menjelang Idul Adha. Dia memperkirakan kenaikannya bisa mencapai Rp 58.000-60.000/kg pada laju ini.
“Saya ingin festival Arafo ditingkatkan ya, bisa naik lagi, perkiraannya Rp 58.000-60.000/kg, tapi tergantung harga ayam di peternak,” ujarnya.
Lihat juga video: Bisakah daging matang dihangatkan berulang kali?
(rd/ketuk)