Jakarta –

Read More : YouTube Shopping Affiliates Bantu Belanja Gadget Impian Lebih Mudah!

Instansi pemerintah tampaknya terkena serangan peretas. Kasus ransomware yang menyerang Pusat Data Nasional (PDNS) 2 belum terselesaikan, dan data yang diduga milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dijual di platform peretasan.

Hal tersebut diungkapkan FalconFeedsio melalui akun X.com miliknya. Dalam postingan tersebut dipastikan data yang diduga milik Kominfo dijual oleh akun Aptikakominfo di BrenchForum.

Isinya antara lain data pribadi, lisensi software, sistem keamanan, dan dokumen kontrak Pusat Data Nasional (PDN) tahun 2021 hingga 2024. Seluruh data tersebut dijual seharga $121.000 atau sekitar Rp 1,9 miliar.

Untuk memastikan bahwa data yang dijual adalah asli, peretas memberikan sampel. Isinya meliputi izin, nomor identitas (NIK), informasi rekening bank, dan nomor bank.

DetikINET saat ini sedang mencari tanggapan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan hal ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Sebelumnya, FalconFeedsio mempublikasikan informasi mengenai bocoran data yang diduga milik Departemen Umum Penerbangan Sipil. File yang lebih besar dari 3GB berisi data personel, kata sandi seluruh pengguna aplikasi dan situs web, foto ID personel, sertifikat drone, dan data penerbangan terkait pesawat.

Dikonfirmasi detikFinance, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut data yang diduga bocor merupakan data lama yang belum diperbarui. Kementerian Perhubungan berasumsi penyusupan terjadi lebih awal.

Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, mengatakan: “Data yang diyakini bocor merupakan data lama yang tidak diperbarui lagi sehingga diduga telah terjadi pembobolan (hacking). .”

Database milik Pemkot Semarang itu disebut-sebut bocor dan menjadi bahan perbincangan akun FalconFeedsio. Setelah mendapat informasi tersebut, Pemkot Semarang langsung menyelidiki dan memprosesnya.

Termasuk kemarin kami hanya mengundang Bappeda, Bapenda, RPKAD, BBJB. Dari sana mereka memberi tahu kami bahwa kami mengalahkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang hingga detikJateng.

Namun, dia memastikan tidak ada data yang hilang. Selain itu operasional server juga berjalan normal. Jadi berbeda dengan istilah peretasan Pusat Data Nasional (PDN).

“Dari sobat, efek yang terlihat adalah jaringan server berjalan, database masih tersedia. Kondisinya berbeda dengan PDN. Sepertinya username dan password sobat bocor,” jelasnya.

Soenarto juga berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan ditemukan sebagian besar username dan password bocor di website Simpatik atau software yang digunakan internal ASN.

“Laporan BSSN, kebocoran terbesar adalah username dan password Simpatik,” ujarnya.

Saksikan video “Kominfo: Beberapa layanan di database nasional diluncurkan” (afr/afr)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *