Jakarta –
Read More : Menukik di Tikungan Tajam, Turis Jatuh dan Terlempar ke Kolong Bus
Dubai mulai melakukan pembersihan setelah banjir besar melanda dalam waktu 12 jam. Dilaporkan satu orang meninggal dunia akibat hujan deras dan banjir.
Dimana surat kabar Reuters, Kamis (19/4/2024), pihak berwenang dan masyarakat di seluruh Uni Emirat Arab (UEA) melakukan operasi pembersihan dari puing-puing pada Rabu (18/4). Puing-puing tersebut berasal dari rumah dan bangunan di kawasan bisnis yang rusak akibat badai hebat disertai hujan lebat.
Tingkat kerusakan belum diketahui ketika pekerja darurat mencoba mengeringkan jalan-jalan yang banjir di seluruh negeri beberapa jam setelah hujan lebat mereda pada Selasa (17/4).
Mayat dan hujan deras tidak terduga. Dubai yang didominasi gurun dan sangat kering tiba-tiba mencatat curah hujan sebesar 254 mm dalam waktu kurang dari 24 jam di Al Ain, sebuah kota di perbatasan UEA dan Oman. Data tersebut dicatat oleh pusat meteorologi nasional.
Curah hujan tersebut merupakan yang terberat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1949, sebelum UEA didirikan pada tahun 1971 dan kilang minyak ditemukan pada tahun 1958.
UEA kekurangan infrastruktur drainase yang diperlukan untuk menangani hujan lebat. Tidak jarang sebagian jalan terendam banjir saat musim hujan. Biasanya hujan hanya turun beberapa kali dalam setahun.
Dampak hujan lebat terus terasa pada hari Rabu, jalan-jalan diblokir dan penerbangan terganggu parah.
Postingan media lokal dan media sosial menunjukkan kerusakan yang meluas di seluruh negeri, termasuk jalan-jalan yang runtuh dan rumah-rumah yang terendam banjir.
Kantor media resmi pemerintah federal dan Uni Emirat Arab serta Abu Dhabi tidak segera menanggapi pertanyaan email dari Reuters mengenai skala atau biaya kerusakan yang disebabkan oleh badai tersebut.
Media lokal melaporkan bahwa seorang pria Emirat berusia 70-an meninggal pada Selasa pagi ketika mobilnya terjebak dalam banjir bandang di emirat Ras Al Khaimah, di utara negara itu.
Postingan media sosial pada hari Selasa menunjukkan jalan-jalan yang tergenang air dan tempat parkir dengan beberapa mobil terendam seluruhnya.
Jalan Sheikh Zayed, jalan raya 12 jalur yang melintasi Dubai, sebagian terendam banjir, menyebabkan orang terjebak kemacetan sepanjang beberapa kilometer selama berjam-jam.
Begitu pula dengan wisatawan yang sudah berada di Bandara Internasional Dubai tidak dapat meninggalkan bandara. Ada pula yang berada di bandara tersibuk di dunia itu selama lebih dari 12 jam setelah manajemen bandara memutuskan menghentikan operasional penerbangan. Faktanya, hingga hari ini, Emirates telah menunda check-in dan melarang penumpang mendekati bandara hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Saksikan video “Aksi bergerak relawan meningkat saat warga Dubai yang dilanda banjir mengungsi” (msl/fem)