Jakarta –

Read More : Pengakuan Atlet Olimpiade Usai Berenang di Sungai Seine

Sebuah penelitian mengaitkan kerusakan pada permukaan rongga hidung yang sering terjadi saat membuang ingus dengan risiko penyakit Alzheimer. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi hubungan tersebut.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Science Reports menemukan bahwa bakteri Chlamydia pneumoniae dapat menembus lubang hidung dan masuk ke otak tikus. Begitu sampai di otak, bakteri ini menyebabkan produksi beta amiloid, yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

“Penelitian lain menunjukkan bahwa Chlamydia pneumoniae dikaitkan dengan gejala Alzheimer pada manusia. Namun, kita belum mengetahui bagaimana bakteri itu ada dan apakah benar-benar menyebabkan Alzheimer atau hanya terkait,” kata Profesor James St John dari Griffith University, Brisbane. Demikian dilansir Medicalnewstoday.

Namun, bukti yang mendukung hubungan antara hidung tersumbat dan Alzheimer masih terbatas. Bukti tertulis sejauh ini bersifat teoritis dan belum ada yang dilakukan terhadap manusia.

Dikutip dari Healthline, bukti anekdot menunjukkan bahwa perilaku mengupil lebih mungkin dikaitkan dengan efek berikut: Peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia dan COVID-19, yang dapat merusak tulang rawan hidung dalam jangka panjang. dan bulu hidung abnormal yang melindungi sistem opiat dari infeksi seperti vestibulitis hidung.

Tonton video “Mengenali Gejala Penyakit Kronis pada Anak” (atas/atas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *