Jakarta –
Read More : Bisa Turun Sampai Rp 13 Juta, Segini Harga Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid
Jumat (10/5) lalu, investor sekaligus miliarder Jim Simmons meninggal dunia di usia 86 tahun di New York, AS. Kabar duka datang dari yayasannya, Simmons Foundation
CNN International memberitakan Rabu (15/5/2024) penyebab kematiannya belum dirilis. Simmons menyisakan USD 31,4 miliar atau Rp 502 triliun (kurs Rp 16.000). Ia menyumbangkan sekitar 6 miliar dolar AS atau Rp 96 triliun untuk kegiatan filantropi semasa hidupnya.
Simmons adalah pendiri hedge fund Revensa Technologies, seorang filantropis dan donor politik terkemuka. Pada tahun 1978, profesor matematika ini mendirikan perusahaan investasinya sendiri
Dia terkenal pensiun sebagai CEO Renaissance Technologies pada tahun 2010 dan kemudian fokus pada filantropi melalui yayasan yang dia dan istrinya dirikan pada tahun 1994. Pendidikan:
Selama bertahun-tahun, pasangan ini telah menyumbangkan miliaran rupiah ke ratusan badan amal. Pada tahun 2023, mereka akan menyumbangkan $500 juta, atau sekitar Rp. akan menyumbang melalui yayasan mereka ke Universitas Negeri New York di Stony Brook.
Dana abadi tersebut harus mendukung dana abadi universitas dan meningkatkan beasiswa, posisi fakultas, penelitian dan perawatan klinis. Menurut Chronicle of Philanthropy, Simmons berada di urutan kedua setelah Warren Buffett dalam hal sumbangan amal terbesar yang dilakukan oleh individu atau yayasan.
Diketahui, ia aktif di Simmons Foundation hingga akhir hayatnya. Keingintahuan dan kecintaannya terhadap matematika dan sains juga telah menjadi inspirasi bagi banyak orang
Simmons bertekad untuk menciptakan terobosan dan dukungan bagi dunia matematika dan sains dasar di Amerika Serikat, sehingga ia mensponsori banyak program penting, namun pendanaannya sulit.
Selama 30 tahun sejarahnya, hibah dari Simmons Foundation telah meningkatkan pemahaman kita tentang asal usul alam semesta, biologi seluler, dan ilmu komputasi. Dana abadi Simmons terus mendukung generasi matematikawan dan ilmuwan di banyak sekolah dan universitas di seluruh dunia. (ily/das)