Jakarta –

Read More : Wamendag Targetkan Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Selesai Pertengahan 2025

Direktorat Umum untuk Pajak (DGT) di Kementerian Keuangan membuka suara yang terkait dengan Direktur Jenderal (Dirjen) untuk perjalanan pajak Suryo Utomo menunjuk Komisaris Presiden untuk PT Bank Tabungan Negara (Orang) TBK atau BTN.

Direktur Konseling, Layanan, dan Hubungan dengan Komunitas DGT, DWI Astuti, mengatakan bahwa setiap layanan pemerintah harus bersedia menerima penugasan apa pun, termasuk Suryo Utomo yang ditunjuk sebagai Komisaris Presiden BTN.

“Tentu saja, sebagai pejabat, harus bersedia menerima misi apa pun dan melakukannya dengan tanggung jawab penuh,” kata DWI kepada AFP pada hari Kamis (27.02.2025).

Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (IWPI) menyatakan keprihatinan dan penolakan yang kuat terhadap pelaksanaan posisi kontemporer yang dilakukan oleh Direktur -Jenderal Pajak. Sangat cocok untuk Direktur Jenderal agar pajak menjadi adil dan netral untuk semua pembayar pajak, baik orang kecil, bisnis kecil dan menengah, perusahaan swasta dan bume seperti BTN.

IWPI juga mempertanyakan bagaimana Direktur Jenderal untuk perpajakan dapat menjadi objektif untuk BTN jika dia pada saat yang sama menerima upah dan fasilitas seperti Komisaris Presiden BTN.

“Ini adalah konflik dengan kepentingan struktural dan merupakan bentuk kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan,” kata Ketua IWPI Rinto Setiyawan.

Sebelumnya, Pertemuan Tahunan BTN untuk Pemegang Saham (AGM) menyetujui Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo sebagai Komisaris Presiden pada hari Rabu (3/26). Selain itu, Wakil Perdana Menteri Area Perumahan dan Penyelesaian (PKP) Fahri Hamzah sebagai Komisaris Komisaris Perusahaan.

Lihat juga Video: DJP Ring 12% PPN atas Transaksi QRIS Tidak Dibebankan Konsumen

(ACD/ACD)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *