Jakarta –
Read More : Santorini yang Indah, Kini Berubah Jadi ‘Monster’
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK atau BRI terus memperkuat peran mereka sebagai mitra strategis pemerintah. Salah satunya adalah keterlibatan BRI dalam penyaluran gaji (BSU).
Pada tahun 2025, Brie sekali lagi mempercayakan BSU sebagai bank pemasaran, yang bertujuan untuk mempertahankan daya beli karyawan sambil memenuhi kebutuhan mereka sebagai akibat kenaikan harga.
“Melalui program pemerintah, BRI terus dikhususkan untuk perannya sebagai agen pengembangan, yang selalu menawarkan layanan keuangan yang mudah diakses dan aman dan memiliki dampak langsung pada komunitas yang lebih luas,” kata Sekretaris BRI (21/21/2025).
Penunjukan ini melanjutkan istilah yang sama, yang dioperasikan BRI pada tahun 2020 dan 2022. Pada waktu itu, pemerintah program BSU diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan daya beli dan untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional di latar belakang tekanan Pandemi COVD-19.
Ini menyatakan bahwa pada tahun 2020 BSU menyebar ke sekitar 1,4 juta karyawan sebagai penerima manfaat BRI. Sementara itu, Brie kembali ke usia 2022 untuk menyelesaikan tugas dengan kisaran yang lebih luas, memberikan bantuan kepada 3,2 juta karyawan dengan nilai total 1,92 triliun rp.
Seluruh proses distribusi dilakukan berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja yang terintegrasi dan Indonesia (Kennaker). Yang terkait, Handy menyampaikan BRI sebagai distributor bantuan bersubsidi masyarakat untuk menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk selalu berpartisipasi dalam masyarakat dan untuk memberikan keuntungan khusus.
BRI menawarkan akses mudah ke semua penerima BSU melalui berbagai saluran. Penerima dapat menarik uang melalui ATM BRI, aplikasi Brimo, mesin CRM/EDC dan lebih dari 1,19 juta agen yang tersebar di daerah terpencil.
Keberadaan saluran elektronik agen komunitas Brimo Super Applications membuat proses pembayaran uang lebih mudah, lebih cepat dan lebih inklusif, bahkan di bidang yang tidak dicapai oleh layanan cabang. Perhatikan bahwa pada tahun 2025 program BSU membuka kembali pemerintah sebagai langkah dalam memperkuat stimulus ekonomi nasional.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah memberikan BSU senilai 300.000 rp per bulan menjadi 17,3 juta karyawan dengan gaji kurang dari 3,5 juta rp per bulan atau upah minimum provinsi/regional/kota.
Fasilitas ini juga diberikan kepada 288.000 guru audiensi di Kementerian Pendidikan Dasar Indonesia (Kemendismen) dan 277.000 untuk mengaudit Kementerian Agama Indonesia.
Sementara itu, upah bersubsidi akan didistribusikan segera pada Juni 2025, dengan anggaran dari anggaran negara 10,72 triliun rp.
Mengacu pada Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 5/2025, penerima BSU sendiri harus memenuhi beberapa kriteria yang mencakup warga negara Indonesia (WNI), yang memiliki NIK, sebuah partikel BPJ yang aktif bekerja hingga enam, bukan ASN, TNI atau Polri, dan tidak menerima bantuan sosial lainnya.
Tonton video “129 Years of BRI, Menerapkan Inovasi dan Layanan Dasar Indonesia” (ANL/OG)