Jakarta –
Read More : Target Ifan Seventeen di PFN
Setelah XL Axiata dan Smartfren resmi mengumumkan merger, muncul rumor bahwa Joy Wahyudi akan menduduki posisi CEO XLSmart.
Joy Wahyudi merupakan sosok terpercaya di industri telekomunikasi Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur dan Chief Commercial Officer (CCO) XL Axiata sebelum memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2014.
Kemudian beliau juga menjadi CEO Indosat Ooredoo yang menunjukkan pengalamannya yang luas di bidang tersebut. Namun terkait rumor penunjukannya sebagai CEO XLSmart, Joy Wahyudi punya jawaban yang cukup singkat dan tegas.
“Tidak…tidak,” ujarnya saat ditemui pada acara wisuda Apple Developer Academy tahun 2024 di Jakarta, Rabu (12/11/2024).
Sebagai salah satu pihak yang berkecimpung di industri telekomunikasi Tanah Air, Joy menyambut baik mergernya XL Axiata dan Smartfren. Saat masih di industri ini, ia melihat perlunya konsolidasi antar operator.
Konsolidasi akan membuat industri menjadi lebih sehat, pelayanan menjadi lebih baik. Karena dari pada perang harga terus menerus, lebih baik kita melakukan konsolidasi,” ujar pria yang kini menjabat CEO Erajaya. . Digital.
“Dari yang tadinya 10 operator, kemudian dikurangi menjadi 5 dan sekarang menjadi 3 akan berdampak sangat baik,” imbuhnya.
Menurut Joy. Saat ini tarif seluler di Indonesia terjangkau, bahkan termasuk yang termurah di dunia. Selain itu, layanan seluler sudah menjadi kebutuhan pokok sehingga operator tidak perlu melakukan investasi ganda.
“Cukup tiga operator, kebanyakan tidak ada gunanya. Sebelumnya sampai 10, konsumen bingung dan jarang menggunakannya,” tegasnya.
Joy berharap dengan mergernya XL Axiata dan Smartfren dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi. Karena investasi dua perusahaan menjadi satu.
“Saya sudah lama mengatakan konsolidasi harus dilakukan. Kalau sekarang tercapai, bagus sekali,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), dan PT Smart Telcom (SmartTel) akhirnya mengumumkan para pihak telah menandatangani perjanjian definitif atas rencana merger dengan nilai gabungan perusahaan pra-sinergi sebesar USD 6, 5 miliar atau Rp 104 triliun/
Penggabungan tersebut akan membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart), sebuah perusahaan telekomunikasi baru yang menggabungkan kekuatan kedua perusahaan telekomunikasi di Indonesia, untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan konektivitas digital secara nasional.
XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial dan keahlian untuk mendorong investasi pada infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap pasar yang lebih sehat dan kompetitif.
Disebutkan XL Axiata akan menjadi entitas yang menerima penggabungan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan bergabung menjadi bagian dari XLSmart. Axiata Group Berhad dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing menguasai 34,8% saham XLSmart.
Setelah transaksi selesai, sisa kepemilikan saham akan membuat Axiata menerima hingga $475 juta. Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima USD 400 juta, serta tambahan USD 75 juta pada akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan persyaratan tertentu.
Rencana merger tersebut telah mendapat persetujuan dari direksi XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel, namun masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, serta kondisi penutupan tertentu. Jika seluruh persetujuan dan persyaratan terpenuhi, proses merger diharapkan selesai pada paruh pertama tahun 2025.
Simak video “Video: Harapan di Balik Penggabungan XL Axiata dan SmartFren” (AFR/Fay)