Jakarta –
Read More : Survei BI: Kegiatan Usaha Melesat di Kuartal I 2024
Wingko ‘Bambang Indrajaya’, sajian tradisional Babat, Lamongan, telah berkembang selama lebih dari tiga tahun berkat inovasi dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Bisnis keluarga berkembang pesat, menorehkan prestasi dan memperkuat komunitas lokal.
Perusahaan ini didirikan oleh mendiang Bambang Indrajaya, seorang pensiunan pekerja kereta api, yang menggunakan pesangonnya untuk memulai bisnis Wingco. Setelah 34 tahun, putranya Bastian Hendri melanjutkan dan mengembangkan usahanya.
Sebelum tiba di tempat ini, Bastian mengaku perannya hanya membantu penjualan dengan mengunjungi tempat wisata religi di Jawa Timur, seperti makam Sunan.
“Semasa Pak Bambang masih hidup, saya hanya membantu di bidang pemasaran. Sepeninggal Pak Bambang pada tahun 2011, usaha ini dilanjutkan oleh ibu saya,” kata Bastian di Jakarta melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/12/2019). 2024). ) ).
Perjalanan Wingko’ Bambang Indrajaya penuh kesulitan. Namun melalui sinergi dengan pelaku keuangan yang tepat dan kerja keras, perusahaan ini berhasil menjadi bisnis yang digemari dan berdampak pada lingkungan sekitar.
Bastian menceritakan momen bersejarah pada tahun 2005 ketika mereka memecahkan rekor MURI dengan menciptakan wingco raksasa berukuran 3,5 meter dan tebal 10 sentimeter. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri, namun juga membuka jalan bagi pengakuan yang lebih luas atas karya mereka.
“Setelah itu, produksi kami meningkat pesat, dari satu menjadi dua kotak gandum per hari, masing-masing berbobot 5 kilogram, hingga 30-40 kotak per hari,” kata Bastian.
Seperti halnya bisnis lainnya, jalan menuju kesuksesan penuh dengan permasalahan dan tantangan, termasuk pandemi Covid-19. Bastian mengakui bahwa virus ini merupakan ujian berat bagi bisnis keluarga mereka, namun juga merupakan peluang untuk berbuat lebih banyak.
Meski penyakitnya memberikan tantangan yang besar, namun Bastian beruntung karena sejarah musiknya yang bagus memberinya dukungan untuk terus melanjutkan usahanya.
Hingga tahun 2018, beliau merupakan nasabah BRI dan memiliki pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Tugas BRI bagi saya adalah mendapatkan uang lebih banyak, meski sumber dayanya terbatas, karena harga pasarnya tidak sama. Ini yang saya butuhkan untuk Bree,” ujarnya.
Dengan bantuan tersebut, Bastian mampu menerapkan metode baru untuk mempertahankan dan menyesuaikan bisnisnya dengan perubahan kondisi. Kerja kerasnya telah memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, dengan memberikan lapangan kerja bagi 10 karyawan, tujuh di antaranya adalah perempuan.
Diakuinya, bantuan yang diberikan Bray bukan hanya sekedar finansial. Seiring kembalinya situasi pasca-Covid-19, BRI terus mendukung dunia usaha dengan memberikan program pendampingan dan membantu bisnis mereka tampil di Bazaar UMKM BRILian agar bisa dikenal di pasar terbuka.
BRI mencatat pemberian KUR pada tahun 2024 telah mencapai Rp175,66 triliun kepada 3,7 juta peminjam UMKM hingga akhir November 2024. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen BRI dalam membantu pengembangan usaha kecil dan usaha di Indonesia.
Supari, Direktur Industri Mikro BRI, mengatakan hal ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk meningkatkan akses permodalan bagi UMKM, khususnya pada sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan.
“Melalui KUR, kami tidak hanya memberikan uang, tetapi juga memberikan kemampuan kepada UMKM untuk tumbuh lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Perjuangan Bastian bersama perusahaan Wingco menunjukkan besarnya minat UMKM dalam upayanya menapaki tangga dan memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Semangat inilah yang menjadi landasan BRI dalam mendukung UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Saksikan video “Kementerian Pertanian Sebut Angka Pendaftaran UMKM Belum Tinggi: Hanya 38,7%” (PRF/EGA)