Jakarta –

Read More : Jet F-16 yang Dikendalikan Pilot AI Duel di Udara Lawan Manusia

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjalin kemitraan besar dengan Bersama Digital Data Center (BDDC), dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Hasil kerjasama ini menghasilkan data center yang diberi nama JST1.

“Jadi hari ini kita akan menyaksikan peluncuran JST 1 dan bekerjasama dengan APJII kita akan memulai kembali pengoperasian APJII Internet Exchange yang kedua di Jakarta,” kata Komisaris Utama BDDC, Setyanto Hantoro, di BDDC JST1, Jakarta Timur. Jakarta.

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, berharap kehadiran Indonesia Internet Exchange JK2 dapat memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan penyedia layanan Internet di tanah air. Lebih lanjut, pihaknya ingin data center ini mampu memperkuat kualitas data Indonesia Internet Exchange.

Setyanto menjelaskan alasannya memilih Jakarta dibandingkan membangun data center yang jauh dari pemukiman. Katanya, karena kalau bicara data center, ada dua hal yang terkait.

“Ada yang namanya edge data center atau data center dalam kota. Ini untuk urusan cepat. Mudah saja, misalnya transaksi bank. Kalau kita ingin transaksi cepat ya? Tapi setelah transaksi selesai, datamu akan disimpan sebagai data akun, pusat datanya harus disingkirkan karena ini masalah latensi,” kata Setyanto.

Maka dalam hal ini, kata dia, harus ada kombinasi data center internal dan eksternal Pemprov DKI. Oleh karena itu, kata dia, JST1 didesain sebagai pusat data dalam kota.

Untuk data center di luar kota, BDDC sudah memiliki fasilitas terpencil di Daan Mogot. Lalu mereka siapkan lagi di Cikarang.

Setyanto mengatakan pertumbuhan data center di Indonesia sangat besar. Namun menurutnya, ketersediaan data center di Tanah Air saat ini belum disesuaikan dengan kebutuhan.

“Tidak seimbang dari dua sisi. Pertama, dari segi volume atau jumlahnya sendiri, tidak cukup,” kata Setyanto.

Setyanto melanjutkan, saat ini kapasitas di Indonesia hanya sekitar 4-6% dari kebutuhan data center yang ada. Oleh karena itu, ia menegaskan, hal tersebut bisa menjadi peluang yang sangat baik, namun di sisi lain justru menjadi kabar duka.

Hal ini karena Indonesia membutuhkan lebih banyak pusat data untuk mendorong digitalisasi bisnis dan pertumbuhan ekonomi digital. Namun kenyataannya di lapangan, ketersediaan data center di dalam negeri masih ada.

Oleh karena itu, BDDC ingin berkontribusi dalam penyiapan infrastruktur digital tersebut. Dalam hal ini, mereka melakukannya bersama APJII dengan menyediakan dua infrastruktur utama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

“Keduanya adalah data center itu sendiri, yang satu lagi adalah titik pengumpulan yang kita sebut Internet. Jadi hari ini kita melihat kedua hal itu bersama-sama,” kata Setyanto.

Arif menjelaskan secara sederhana, Internet Exchange ibarat bandara yang menjadi pusat pertukaran internet di Indonesia. Jadi internet exchange ini dikelola oleh APJII yang disebut-sebut sebagai salah satu tumpuan ekosistem digital Tanah Air. Saksikan video “Usulan APJII ke Pemerintah di Starlink: Cek Kesehatan ISP Lokal” (hps/fay)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *