Jakarta –
Pemerintah serius dalam memberantas perjudian online, hal ini diketahui dengan dibentuknya satuan tugas khusus (satgas) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Satgas ini akan mengambil langkah efektif untuk menghilangkan perjudian online yang membuat masyarakat khawatir.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Ari Setiadi mengatakan penghapusan perjudian online tidak bisa dilakukan hanya dengan pelarangan.
“Soal download, dalam delapan bulan terakhir kita (cominfo) sudah mencapai 1,6 juta selama saya menjabat menteri. ,” dia berkata. kata Budi di Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Budi menyatakan, pembentukan gugus tugas perjudian online oleh Jokowi akan melibatkan instansi terkait dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Kejaksaan, Kepolisian, dan Kementerian Keuangan. , untuk Otoritas Pengawas Keuangan Denmark.
“Kalau di Cominfo cuma tutup saja, OJK harus blokir rekening dulu. Untuk blokir rekening harus blokir rekening, itu soal penegakan hukum. dilakukan oleh Cominfo, kami tidak bisa melakukan itu, kami hapus saja.” dia berkata.
Usai membentuk gugus tugas perjudian online, Budi menyatakan akan membutuhkan waktu pekan depan untuk mengkoordinasikan tindakan nyata pemberantasan perjudian online.
“Akhir pekan ini kami akan merumuskan rencana aksi, memetakan permasalahan perjudian online dan bagaimana menerapkan solusi yang komprehensif, komprehensif dan komprehensif,” kata Budi.
Budi mengatakan masyarakat bisa melaporkan kejadian perjudian online kepada pemerintah. Sedangkan Sobat, pemain tidak akan dituntut karena menjadi korban game ilegal ini.
“Kami menganggap pemain sebagai korban, terutama anak-anak, ibu-ibu, generasi muda. Dari 2,7 juta pemain, sebagian besar adalah anak muda, minimal berusia 17 hingga 20 tahun. Semuanya akan kita lakukan. Hilangkan perjudian online,” tegasnya. .
Saksikan video “Menkominfo: 2,7 Juta Orang Terjebak Judi Online, Mayoritas Anak Muda” (agt/agt)