Jakarta –
Read More : Menaker Jawab Kritik soal UMP Naik 6,5% Tidak Logis!
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menerima penghargaan sipil tertinggi dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Ia mengaku tak menyangka bisa mendapat medali emas.
“Jujur saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan setinggi itu. Karena setahu saya, kriteria untuk menerima Order of the Union itu sangat tinggi. Mereka harus setingkat presiden atau raja, dan saya Saya hanya seorang menteri,” tulis Luhut, mengutip dari akun Instagram resminya, Kamis (18/7/2024).
Luhut kemudian menjelaskan, sebenarnya dirinya sudah lama mendapat kabar akan menerima penghargaan dari Mohammed bin Zayed al-Nahyan (MBZ). Namun, dia tidak diberitahu kapan penghargaan itu akan diberikan. Dari penelusuran, penghargaan tersebut diberikan saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada Rabu (17/7) tak lama setelah Jokowi menerima penghargaan langsung dari MBZ.
Menurut Luhut, penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dalam mempererat hubungan strategis antara UEA dan Indonesia. Medali tersebut diserahkan langsung di hadapan Presiden Jokowi.
“Di hadapan Presiden, beliau menyerahkan kepada saya satu set medali emas yang dilengkapi lambang. Dikatakannya, penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas upaya tulusnya dalam mempererat hubungan strategis antara UEA dan Indonesia. Saya sangat menghormati beliau. Beliau menyampaikan bahwa hubungan strategis ini dapat berhasil berkat kerja keras dan solidaritas semua pihak,” jelasnya.
Lugut pun mengenang percakapan dan percakapannya dengan MBZ yang terasa seperti saudara. Mereka hanya berbicara sedikit mengenai perkembangan kerja sama bilateral Indonesia dan UEA. MBZ memang banyak bertanya mengenai kabar keluarga dan kesehatan pasca sakit.
Luhut mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MBZ dan perhatian yang diberikan selama masa pemulihannya di Singapura hingga ia pulih dan kembali beraktivitas.
Selama 10 tahun perjalanan pengembangan kerja sama bilateral Indonesia dan UEA, Luhut mengaku mendapat pembelajaran satu hal penting. Rasa persaudaraan inilah yang menjadikan hubungan kedua negara saling menguntungkan. Ia juga berharap hubungan baik Indonesia dan UEA dapat menjadi inspirasi bagi negara lain.
“Kita bisa bersaing satu sama lain untuk menjadi negara maju, tapi jangan pernah lupa bahwa kita mempunyai tujuan yang sama. Untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan bagi anak cucu kita di masa depan,” tutupnya. (gambar/gambar)