Jakarta –
Read More : Dubes soal Judi Online: Pekerjanya Tak Sepolos Itu, Banyak ‘Korban Kambuhan’
Pendiri dan ketua Ketua Tanjung Corp. mendukung langkah -langkah efisiensi anggaran pemerintah, mengikuti arahan presiden (Inpres), No. 1 tahun 2025, karena efisiensi biaya APBN dan APBD 2025.
Namun, seorang pria CT yang akrab menekankan bahwa efisiensi harus dilakukan di bawah anggaran yang tidak perlu.
“Saya setuju dengan sangat baik dan dukungan diperlukan. Tapi itu perlu. Tetapi apa yang tidak diperlukan, tetapi yang dibutuhkan adalah tidak diselamatkan,” kata dinamika Yudhoyon CT Foundation dan perkembangan terbaru dunia: geopolitik, keamanan dan ekonomi dunia -eean Grand Sahid Jaya, Minggu (202/13/2025).
Namun, CT mencatat bahwa kebijakan ini bukan pertama kalinya pemerintah Indonesia mengikuti. Di masa lalu, ia mengatakan bahwa politik serupa juga dilaksanakan oleh tanggal 6 Bambang Yudhoyon Presiden (SBY).
Pada saat itu, Sby memintanya untuk memastikan bahwa ekonomi manusia dipertahankan. Kebijakan ini diikuti untuk mempertahankan daya beli orang.
“Saya ingat dengan sangat baik karena Pak Sby telah memimpin pemerintah, membiarkan kantong -kantong tipis orang -orang pemerintah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Dewan Ekonomi Nasional Chatb Basri, efisiensi anggaran pemerintah adalah langkah yang tepat. Namun, ia mengevaluasi konsekuensi dari efisiensi anggaran yang harus segera diimplementasikan.
Dia percaya bahwa banyak sektor yang memiliki dampak besar pada ekonomi dan pekerjaan harus diberi anggaran efisiensi. Jika anggaran dialokasikan secara perlahan, ia memperkirakan bahwa pemerintah sama dengan meminjam uang dari bank dengan melakukan tindakan efisiensi.
“Jika hukuman mati hanya muncul tahun depan, kami suka meminjam uang dari bank, kami tumbuh, jatuh, bunga sudah dibayar, tetapi kami tidak berinvestasi. Ini sangat mahal.