Jakarta –
Read More : Ini Bocoran Warna iPhone 16 hingga 16 Pro Max, Pilih Mana?
Tiongkok telah melancarkan serangan balik terhadap AS dengan mewajibkan operator seluler menyiapkan pengganti chip jaringan asing.
Operator tersebut adalah China Mobile dan China Telecom, termasuk seluruh operator milik negara. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok telah meminta mereka memeriksa apakah jaringan mereka masih menggunakan chip buatan luar negeri.
Operator diminta memikirkan rencana penggantian chip yang bukan buatan China, seperti dikutip Engadget detikINET, Kamis (18/4/2024).
China diyakini mampu menggantikan chip buatan luar negeri dengan chip lokal karena kualitas chip buatan dalam negerinya meningkat pesat baik kualitas maupun performanya.
Apalagi beberapa perusahaan China, seperti Huawei, terkena sanksi AS dan tidak lagi diperbolehkan menggunakan chip buatan teknologi Amerika. Akibatnya, mereka harus merancang dan memproduksi chip sendiri.
Pemerintah Tiongkok juga menyiapkan dana senilai hingga $40 miliar untuk membiayai industri semikonduktor lokal.
Sebelumnya diberitakan, China juga melarang penggunaan teknologi AS pada perangkat milik negara, khususnya prosesor Intel dan AMD. Mereka pun mencoba mengganti sistem operasi Microsoft Windows dengan sistem operasi buatan lokal.
Mereka juga menerbitkan daftar prosesor dan sistem operasi China yang dapat digunakan. Diantaranya adalah chip dari Huawei dan Phytium. Sistem operasi yang diperbolehkan didasarkan pada Linux.
Bagi perusahaan seperti Intel dan AMD, Tiongkok bahkan merupakan pasar terbesar. Intel, misalnya, 27% dari total pendapatannya (sekitar $54 miliar) berasal dari Tiongkok. Sementara itu, 15% dari total pendapatan AMD juga berasal dari Tiongkok (sekitar $23 miliar).
(abu/fay)