Jakarta –

Read More : Dukung Hilirisasi, Menteri Trenggono Tingkatkan Produksi Udang hingga Tuna

Pemerintah Cina telah menginstruksikan maskapai nasionalnya untuk tidak menerima pesawat Boeing. Instruksi dibuat sebagai tanggapan terhadap keputusan AS, yang memaksa 145% barang Cina.

Berdasarkan laporan Bloomberg, mulai Rabu (16.06.2025) disarankan agar China juga meminta maskapai nasionalnya untuk berhenti membeli peralatan dan pesawat dari perusahaan AS. Informasi itu diserahkan kepada orang yang mengetahuinya.

Informasi ini diketahui bahwa ada tiga keterlambatan maskapai besar Cina di Boeing, China, Eastern Airlines dan South Airlines of China. Mereka berencana untuk mendapatkan pesawat 45, 53 dan 81 Boeing antara 2025 dan 2027.

Menurut larangan ini, pemerintah Cina sekarang membahas bagaimana mendukung maskapai penerbangan yang menyewa pesawat Boeing dan menghadapi biaya yang meningkat.

Boeing membagi Boeing pada hari Selasa dengan 0,5% pada hari Selasa. Alasan Boeing menganggap China sebagai salah satu pasar terbesar.

Keberadaan perang tarif juga bingung oleh industri kedirgantaraan, seperti produsen pesawat terbang, maskapai penerbangan dan pemasok yang mempertimbangkan miliaran dolar, Howmet Aerospace (HWM.N) yang perlu dibahas.

Bahkan beberapa direktur eksekutif maskapai mengatakan mereka akan menunda penerimaan pesawat baru daripada membayar bea masuk.

Pada saat yang sama, para analis mengatakan bahwa dalam jangka pendek, penghentian sementara China tidak akan memiliki pengaruh besar pada Boeing, karena produsen pesawat masih dapat menyimpang dari maskapai lain.

Sebaliknya, Cina akan menghadapi lebih banyak kesulitan ketika dilarang untuk memperkenalkan pesawat baru AS untuk mendukung pesawat yang direncanakan, termasuk pesawat internalnya, c919.

“Jika Cina berhenti membeli komponen dari pesawat Amerika Serikat, program C919 akan dihentikan atau akan mati,” kata bank AS Ron Emshtein. (RRD / RRD)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *