Jakarta –
Read More : Rencana Harga Minyak Kemasan Naik Jadi Rp 15.000 per Liter Makin Nyata!
Pemerintah Tiongkok sedang menyelidiki PVH Corporation, pemilik merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, karena menolak memasok kapas dari wilayah Xinjiang. Tindakan ini dapat mengakibatkan sanksi.
Dikutip dari CNN, Jumat (27/9/2024), Departemen Perdagangan mengumumkan kebijakan tersebut pada hari Selasa, sehari setelah pemerintahan Biden mengusulkan kemungkinan larangan penjualan atau impor kendaraan pintar ke Amerika Serikat yang secara eksklusif digunakan oleh China atau Rusia teknologi. mengenai masalah keamanan nasional.
Dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan menyebut PVH diduga melanggar aturan pasar normal dengan memboikot kapas yang berasal dari Xinjiang.
Dikatakan bahwa perusahaan tersebut dapat dikenakan sanksi, yaitu dimasukkan ke dalam โdaftar entitas yang tidak dipercayaโ, yang akan melarang perusahaan tersebut melakukan bisnis di Tiongkok. Sejak diumumkan pada 2019, kini ada 5 perusahaan AS yang masuk dalam daftar tersebut.
Tak satu pun dari perusahaan-perusahaan ini yang melakukan banyak bisnis di Tiongkok. Sebab, sebagian besar perusahaan tersebut adalah produsen produk pertahanan. Dimasukkannya mereka dalam daftar berarti mereka dilarang mengimpor, mengekspor, dan berinvestasi di Tiongkok.
Dalam pernyataannya, PVH mengatakan pihaknya telah menjalin kontak dengan Departemen Perdagangan.
Kepatuhan yang ketat terhadap semua undang-undang dan peraturan yang relevan di negara dan wilayah tempat kita beroperasi. Kami berhubungan dengan Kementerian Perdagangan Tiongkok dan akan merespons sesuai dengan peraturan terkait.” (acd/das)