Jakarta –
Read More : UU PDP Berlaku Oktober 2024, Ini Dampaknya Bagi Bisnis dan Pekerja Kreatif
Rusia berada dalam kekacauan sejak Pavel Durov, pria Rusia dan pendiri Telegram, ditangkap saat bepergian ke Paris. Media Nezavisimaya Gazeta menulis: “Penangkapan (atau penahanan) ‘Zuckerberg Rusia’ Pavel Durov adalah salah satu berita paling penting, namun paling rahasia, di dunia.”
Jaksa Paris menyatakan bahwa Durov ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan kejahatan dunia maya. 12 kejahatan berbeda sedang diselidiki, termasuk perdagangan ilegal, pornografi anak, pemalsuan dan menolak memberikan informasi kepada pihak berwenang.
Terjadi kekacauan di Moskow. โKami masih belum tahu apa sebenarnya tuduhan Durov,โ kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
“Kami belum mendengar pernyataan resminya. Sebelum saya katakan soal ini, kami harus jelas,” ujarnya seperti dikutip detikINET dari BBC.
Ada banyak pembicaraan tentang masalah politik ini di televisi pemerintah. Komentator mengatakan: “Semua tuduhan terhadap Durov tampaknya tidak ada artinya. Menuduhnya atas semua kejahatan yang dilakukan di atas panggung sama dengan menuduh Presiden Macron atas semua kejahatan yang dilakukan di Prancis. Logikanya sama.”
Pers Rusia juga mengumumkan hal ini. Banyak surat kabar menyatakan kekhawatiran mereka bahwa penangkapan Durov akan berdampak besar pada Rusia. Nezavisimaya Gazeta menulis: “Serangan terhadap Telegram mengancam akan menjadi kudeta di Rusia. Dengan menangkap Pavel Durov, badan intelijen Barat dapat memperoleh kunci enkripsi pengirim pesan tersebut.”
Moskovsky Komsomolets menulis: “Telegram dapat menjadi alat NATO jika Pavel Durov dipaksa mendengarkan badan intelijen Prancis. Obrolan telegram berisi banyak informasi strategis yang sangat penting.”
Pada bulan April 2018, otoritas Rusia memblokir akses ke Telegram, dan larangan tersebut dicabut pada tahun 2020. Kini, senjata ini tidak hanya digunakan oleh otoritas Rusia, namun juga oleh militer Rusia, termasuk mereka yang berperang di Ukraina.
Terkait Rojava, penahanan Pavel Durov menimbulkan perdebatan mengenai kebebasan berpendapat. โPavel Durov, pendiri dan CEO platform Telegram yang disensor dan tidak disensor, baru-baru ini mengajak Pavel Durov ke X.
Tonton video “Rusia menjamin keamanan pendiri Telegram Pavel Durov” (fyk/fyk)