Jakarta –
Read More : Dybala Dipanggil Lagi Argentina Bukan karena Pilih Bertahan di Roma
Kementerian Kesehatan Indonesia mengklaim pengusiran operasi penuh dari Program Spesialis Dokter (PPDS), kasus pelecehan seksual yang diadakan di pangkalan Rumah Sakit Hassan Sadikin di Wanlun.
Pengusiran tepat waktu diharapkan menjadi alat penilaian untuk RSHS dan School of Medicine di University of Padjadjaran untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
“Kementerian Kesehatan juga mengarahkan CEO Rumah Sakit Hassan Sadikin untuk sementara menunda periode selama 1 bulan, yang merupakan perumahan ahli medis dan ahli medis di Rumah Sakit Hassan Sadikin untuk mengevaluasi dan meningkatkan manajemen dan administrasi FK Unpad dan meningkatkan manajemen dan administrasi FK UNPAD.” (9/4/2025).
Orang -orang dari pelecehan seksual RSHS adalah penghuni anestesi yang sengaja berupaya minum obat dari korban yang ingin menyerap pasangan darah, atau memeriksa kompatibilitas darah antara donor dan penerima pra -darah.
Pada saat itu, karakter mengambil kesempatan untuk mempercepat dengan melakukan tes injeksi hingga 15 kali sampai korban akhirnya kehilangan kesadaran. Peristiwa itu terjadi pada tengah malam, dan korban baru terbangun sekitar pukul 04:00 hingga akhirnya dia merasa luar biasa. Bahkan, penyakit ini menunjukkan bahwa ada tanda sperma.
Pidana sekarang ditangkap dan bagian ini diputuskan, yaitu Bagian 12, 2022, pelanggaran pidana terkait kekerasan seksual, dan ancaman hingga 12 tahun penjara.
Dari peristiwa ini, para peneliti menemukan banyak bukti, dengan 2 jarum, diikuti oleh 2 sarung tangan, 7 jarum, 12, 1 set kondom dan beberapa obat.
Lihat langsung Detikpagi: Tonton video “Video: Geger Dr. PPDS Dr.