Jakarta –

Read More : Apple Rilis iOS 18.2 Publik Beta, Ini Cara Download dan Fitur Barunya

Kehamilan merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu. Namun, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan janin selama hamil.

Salah satu caranya adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang mengandung senyawa Bisphenol A (BPA). Pasalnya, senyawa BPA dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan rahim.

BPA adalah senyawa kimia yang biasa digunakan dalam produksi plastik. Beberapa penelitian yang ada menunjukkan bahwa paparan BPA pada ibu hamil dapat berdampak buruk pada kesehatan janin.

Karena BPA dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau melalui paparan lingkungan, apa saja risiko paparan BPA saat melahirkan? kegemukan

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine meneliti hubungan antara bisphenol A (BPA) dan risiko obesitas pada ibu hamil. Penelitian tersebut melibatkan 500 pasangan ibu-anak dari Kreta, Yunani.

Akibatnya, konsentrasi BPA yang lebih tinggi dalam urin anak-anak dikaitkan dengan peningkatan BMI (indeks massa tubuh), lingkar pinggang, dan ketebalan kulit pada anak usia 4 tahun.

Sebaliknya, konsentrasi BPA pada awal kehamilan dikaitkan dengan BMI yang lebih rendah pada anak perempuan. Temuan serupa dilaporkan dalam jurnal Damaskani Valvi dan diterbitkan oleh National Library of Medicine. Studi ini menemukan hubungan antara paparan BPA prenatal dan kejadian obesitas pada masa kanak-kanak. Autisme

Pada tahun 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) akan mencapai 2,4 juta. Penyebab pasti autisme saat ini belum diketahui.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara paparan senyawa BPA selama kehamilan dan risiko terjadinya ASD. Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Departemen Kimia Klinis, Fakultas Ilmu Kesehatan Terkait, Universitas Chulalongkorn, Bangkok, menunjukkan bahwa paparan BPA pada tikus muda (mencit) meningkatkan risiko ASD.

Akibatnya, paparan BPA pada masa prenatal mengganggu gen terkait ASD di korteks prefrontal hipokampus yang terlibat dalam viabilitas saraf, neurogenesis, dan memori. Risiko dan prevalensi ASD lebih besar pada anak laki-laki yang terpapar BPA sebelum lahir.

Studi lain dari Departemen Farmakologi Klinis, Farmakologi dan Kedokteran Lingkungan di Institut Kesehatan Masyarakat, Universitas Southern Denmark, Odense, Denmark, melaporkan hasil serupa. Penelitian ini melibatkan wanita hamil 28 minggu dan anak-anak mereka yang berusia 2 dan 5 tahun.

Paparan BPA prenatal meningkatkan risiko gejala ASD yang mempengaruhi keterampilan sosial.3. Sangat aktif

Anak hiperaktif adalah anak yang sangat aktif dalam beraktivitas. Beberapa cirinya antara lain kelelahan, mudah teralihkan, gerakan lalai, bahkan agresivitas dan kesulitan dalam kendali. Hal ini seringkali menguras tenaga dan membuat stres bagi orang tua.

BPA merupakan salah satu stimulan pada anak dengan kondisi medis yang disebut dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Sebuah studi oleh University of Erlanga (2022) yang menyelidiki efek BPA pada pembentukan dan perkembangan neuron otak mengungkapkan konsentrasi BPA urin yang lebih tinggi pada kelompok kasus (anak-anak dengan ADHD) dibandingkan pada kelompok kontrol (anak-anak sehat). ). ). Hal ini menunjukkan bahwa paparan BPA meningkatkan risiko ADHD.4. Lahir prematur

Setiap orang tua ingin anaknya lahir tepat waktu. Pasalnya kelahiran prematur meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak.

Dikutip dalam Ecotoxicology and Environmental Safety (2021), terdapat hubungan yang signifikan antara kelahiran prematur dan paparan BPA yang tinggi pada populasi dengan rata-rata atau geometrik konsentrasi BPA lebih besar dari 2,16 ng/mL.

Karena penyakit-penyakit tersebut tidak dapat dicegah, maka untuk memiliki bayi yang sehat, sebaiknya ibu hamil memilih pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan nutrisi yang tepat. Bahan kimia berbahaya seperti CPA tidak akan terpapar. (akd/akd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *