Jakarta –

Read More : RI Bisa Jadi Negara Superpower Bareng India-China, Jokowi Ungkap Caranya

Parambalog akan menjelma menjadi badan khusus di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subyanto. Status Bulog tidak lagi diubah menjadi unit usaha BUMN.

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, berdasarkan kesepakatan pertemuan dengan Prabowo, disepakati peninjauan pengganti Balog akan dibahas mulai pekan ini.

“Dengan persetujuan rapat dan izin presiden, mulai Jumat depan kita akan membahas perubahan apa yang akan dilakukan lembaga Balog, agar Balog mandiri dalam hal pangan, sangat bergantung pada Balog. Beli gabah. Beli jagung, dan lain-lain,” kata seseorang yang akrab disapa Zulhas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2024).

Mantan menteri perdagangan ini juga berbicara tentang transformasi keuangan Balog. Kondisi keuangan Blog dirasa akan membaik jika dijadikan lembaga khusus.

“Kalau Balog belinya mudah, kalau punya uang, kalau pakai bunga, hitung untung dan ruginya terus. Jadi Balog akan bicara perubahan kelembagaan,” kata Zulhas.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian Sadarivuno membenarkan langsung bahwa di bawah koordinasi Presiden, Balog diarahkan menjadi lembaga khusus setingkat lembaga pemerintah.

“Mungkin akan dibawa ke sana, langsung ke Presiden. Tinggal disebut badan, jadi akan berubah arah,” kata Sadarivuno.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan intervensi dalam urusan pangan. Saat libur pangan misalnya, pemerintah harus menyerap hasil panen untuk cadangan pangan. Tubuh harus digunakan untuk melakukan pekerjaan.

“Kalau ada festival pangan besar-besaran, harus ada badan, lembaga yang bisa diperintahkan untuk menyerap produk pangan tersebut. Kemudian mereka juga diberi tugas untuk mendistribusikan beras kepada masyarakat miskin, untuk memberi makan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sudaryono mengatakan Bulog adalah sebuah penstabil.

Bedanya sedikit dengan Bulog yang kini menjadi BUMN, Bulog tidak lagi mempermasalahkan keuntungan di masa depan. Sebagai BUMN, Bulog dibebani urusan mencari keuntungan. Kedepannya, Balog tidak perlu lagi mencari keuntungan melainkan hanya mampu menjalankan tugas pangan dari pemerintah.

“Iya, tapi perusahaan itu fungsinya seperti ambil untung dan sebagainya. Nanti KPI-nya beda. Di sini mungkin tidak untung. Mungkin untung sedikit, atau mungkin sejalan dengan itu. Keputusan pemerintah,” Misalnya untuk menanggung biayanya,” pungkas Sadarivuno (p/rrd).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *