Bekasi –

Read More : Jadi Pengunjung Pertama Candi Borobudur di 2025, Turis Jepang Diarak

Alam pegunungan di belakang pabrik mobil lokal di Sikarong Bekasiri Ganshi telah menjadi anugerah bagi masyarakat setempat yang berbisnis. Penghasilannya ratusan ribu setiap hari.

Gunung yang diberi nama Hyundai Hill ini luas dan banyak dikunjungi wisatawan. Gunung ini terletak di dekat Hyundai Motor Manufacturing di Greenland International Industrial Center (GIIC), Desa Sukabonga, Sikarang, Kabupaten Bekasi.

Gunung yang konon tingginya sekitar 135 meter di atas permukaan laut (musal) ini menarik dengan pemandangan puluhan mobil di pabrik. Selain itu banyak orang datang untuk menikmati langit malam dan matahari terbenam.

Situs tersebut dibuat sekitar tiga bulan setelah kejadian longsor dan longsor. Meski tidak dipungut biaya untuk mengunjunginya, kemeriahan tempat ini tetap memberkati penduduk setempat.

Misalnya saja pedagang pasir yang berjualan di kawasan tersebut. Awalnya, dia dan anak-anaknya mengelola sebuah restoran di sebelah gunung. Namun diakuinya, dulu barang miliknya belum sepopuler sekarang.

Saat ditemui detikTravel di sini, Jumat (20/9/2018), ia mengatakan, “Sudah hampir satu tahun tiga bulan kemarin terjadi longsor, jadi untuk mencegah longsor, dilakukan kebakaran.”

“Saya tidak tahu yang tertularnya berapa, karena ada truk gunung dan itu (tempat makan) dulu, ini (tempat makan) baru di sini,” ujarnya. Sekarang.

Menurutnya, tempat ini banyak dikunjungi sehingga ia memutuskan untuk menjualnya di gunung. Penghasilannya juga memuaskan, terutama di akhir pekan.

“Iya alhamdulillah irit, dulu kita berjualan di sini, kalau berjualan di sana gampang, penghasilannya pas-pasan, kadang sibuk, kadang sepi, kalau hanya sibuk dengan uang.” Akan lebih baik jika suasananya sedikit lebih tenang.

“Iya kalau bukan hari Minggu, kadang dapat 200, kadang dapat 300. Kalau hari Sabtu atau Minggu bagus banget, bisa sampai 800 byte sampai ada yang bantu,” imbuhnya.

Dalam sidak detikTravel, terlihat banyak warga yang berjualan jajanan seperti papida, selok, pangas pedas, hingga minuman. Tempat ramai ini bahkan membawa keberkahan bagi masyarakat desa sekitar seperti Santi.

“(Penjual) yang tinggal di sini juga mendapat masukan dari desa lain.

Ia mengatakan, ia juga telah mendengar dari pemilik tanah tentang penataan para tamu. Pada saat yang sama, pedagang juga menunjukkan komitmen terhadap kebersihan.

“Yang penting ada pesanan setelah penjualan, sampah rutin juga dikumpulkan,” tutupnya. Saksikan video “Serunya Latihan Berlayar di Tela Ria Pacific” (wkn/wkn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *