Jakarta –
Read More : Tok! RI Resmi Terapkan Pajak Minimum Global
Koperasi (Menkop) Buda Arie Settiadi mengatakan pengembangan kerjasama Desa Merah dan Putih (Kopdes) akan membantu mendistribusikan harga pangan di Indonesia. Karena Kopdes akan berperan sebagai penyihir serta distributor produk desa.
Dia menjelaskan bahwa setiap desa memiliki produk superior mereka. Misalnya, di pulau -pulau Sumatra dan Kalimantan ada banyak desa yang membuat produk Palm -oil, tetapi pada saat yang sama desa -desa ini tidak dapat menghasilkan makanan lain.
“Di Sumatra dan Kalimantan, di mana desa -desa mengandung palm minyak. Bahwa dia tentu saja kelebihan CPO.
Dalam hal ini, dia mengatakan copds merah dan putih akan menjadi penyerapan utama produk desa. Kemudian hasil penyerapan desa ini akan diintegrasikan ke dalam sistem digital, yang akan diluncurkan oleh Kemencop.
“Dengan sistem digital dan sistem yang kami kembangkan, nanti kami akan tahu untuk menyediakan rantai melalui Indonesia. Karena asumsi kami tidak semua wilayah melakukan segalanya. Jadi ada pertukaran,” jelasnya.
“Karena ini, jadi sistem juga akan mengembangkan Kementerian Koperasi, kami menyebut nama ‘Kophub’. Salinan di sini adalah pusat khusus dari semua penempatan, beras, semua dalam barang,” Budi Arie menjelaskan lagi.
Dengan sistem copdes merah dan putih, maka pemerintah akan membantu mendistribusikan barang dari satu desa ke desa lain dengan lebih baik. Dengan demikian perbedaan dalam barang dagangan dari pembuatan desa dan pembelian desa dapat dikurangi.
“Jadi pada akhirnya pertukaran masing -masing wilayah dan sistem yang kami lakukan selanjutnya, saya yakin harganya tidak jauh berbeda. Jadi jika tempat itu adalah sakelar Rp 50.000, inilah 70.000, akan ada tingkat harga -kesamaan di setiap wilayah,” jelas Budi Arie.
Tonton video ‘Budi Arie -sebuah kepedulian masyarakat tentang korupsi keuangan kooperatif’:
(FDL/FDL)