Jakarta –

Read More : Apa Kabar TKDN iPhone 16?

Teo jajanan Cina yang viral ini banyak beredar di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melaporkan setidaknya ada tujuh kasus keracunan makanan (KLB) yang jarang terjadi akibat La Tiao, jajanan pedas yang banyak digemari anak-anak.

Dari hasil empat jenis pemeriksaan laboratorium di La Diao, terdeteksi bakteri Bacillus cereus yang dapat memicu banyak masalah akibat kontaminasi, seperti mual, diare, muntah, dan sesak napas. Namun dengan catatan hati-hati, Taruna Ighar, Presiden BPOM RI, menegaskan bahwa 73 produk yang terdaftar di BPOM RI tersebut akan ditarik sementara hingga dipastikan dapat diedarkan dengan aman.

Periode penarikan harus berlangsung selama satu minggu. Dari mana asal polusi?

“Kalau produknya tidak kadaluarsa, berarti bukan bakteri yang dihasilkan, tapi bakteri itu justru tumbuh dari hasil uji lab. Bisa jadi sebenarnya dari bahan makanan yang ada di kemasannya,” jelasnya. Taruna, dalam jumpa pers, Jumat (11/1/2024).

“Hal ini bisa disebabkan oleh aspek suhu, angin atau sterilitas pada saat pengemasan yang pada akhirnya menyebabkan bahan mengembang,” lanjutnya.

Para taruna juga diajarkan cara menyiapkan makanan olahan yang baik (CPPOB) yang dapat diawasi oleh pemerintah. Mengingat produk ini merupakan produk impor, BPOM RI tentu tidak mempunyai kewenangan untuk mengontrol kondisi kemasan sebelum diedarkan.

“Pabriknya di China, itu BPOM RI, tentu saja mereka tidak mensuplai CPOB, yang ada adalah pangan olahan impor, tapi BPOM bertanggung jawab atas kejadian ini, makanya kejadian ini sedang kita benahi.”

“Kami sedang melakukan investigasi menyeluruh dan melakukan penarikan sementara seluruh produk,” tutupnya. Tonton video “VIDEO: Kontaminasi Bakteri pada Camilan Lazio Picu Wabah Keracunan Makanan” (naf/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *