Jakarta –

Read More : Belajar dari Kegagalan, Chelsea Pasti Gaet Osimhen Secepatnya

PT Pupuk Indonesia (Persero) menemukan sejumlah kendala dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Sebab hingga 15 Juni 2024, realisasi subsidi pupuk baru mencapai 2,8 juta ton dari alokasi 9,5 ton.

Hingga 15 Juni 2024, realisasi pupuk bersubsidi mencapai 2,8 juta ton atau 29 persen dari alokasi 9,5 juta ton. Setelah kami assesment, ada lima hal yang menjadi perhatian pemangku kepentingan, kata CEO perseroan. PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Komisi IV saat rapat dengan DPR RI, Rabu (19/06/2024).

Dari lima kendala tersebut, yang pertama adalah portal distribusi pupuk bersubsidi, yakni 58% petani yang memiliki akses e-sistem Perencanaan Kelompok Definitif (e-RDKK) masih belum menerima pupuk hingga Mei 2024. .

Makanya kita ada program salam PI, jadi kita lanjutkan. Makanya ada yang tidak beli, ada yang menganggap alokasinya kecil, biaya pembeliannya Terlalu mahal, makanya ada program pembelian pupuk bersama,” jelas Radmad.

Permasalahan lainnya adalah lambatnya penerbitan Surat Keputusan Gubernur dan Bupati (SK). Ketiga, adanya imam yang mensyaratkan sertifikat tanah dari petani.

“Ada kebijakan yang menghalangi masyarakat, seperti kepala desa, untuk membuktikan kepemilikan tanah atau menunjukkan sertifikat. Ada banyak variasi permasalahan di tingkat daerah yang mungkin perlu ditangani.”

Tingkat kehati-hatian kios dalam menyalurkan pupuk bersubsidi yang keempat adalah menghindari kemungkinan terjadinya penyesuaian distribusi yang membebani kios. Berdasarkan catatan PT Pupuk, besaran koreksi yang menjadi beban kios tersebut mencapai Rp15,6 miliar.

“Jumlahnya cukup besar, khususnya di Jawa Timur. Memang pemahaman pemerintah daerah tidak sama dengan kita di Jakarta, sehingga mereka menerjemahkan petunjuk teknisnya berbeda-beda, ada pula yang ditolak karena rambu-rambunya tidak sama, yang menyebabkan kios dan distributor membeli- harus berhati-hati saat berbelanja. Akibatnya, pembelian menjadi lambat, jelasnya.

Kendala kelima adalah perubahan musim yang menyebabkan perubahan pola tanam di beberapa daerah.

Tonton juga videonya: Jokowi Amankan Pembayaran Utang Pupuk Indonesia Rp 10,4 Triliun

(tersedia/tersedia)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *