Jakarta –
Read More : Xiaomi 14T dan 14T Pro Resmi Dirilis, Pakai Lensa Summilux
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengomentari peningkatan konflik sepanjang hari. Menurut Irfan, situasi geopolitik global sangat mempengaruhi pergerakan harga avtur.
Irfan mengaku prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Timur Tengah. Konflik di Timur Tengah dikhawatirkan akan merembet antara Israel dan negara-negara di kawasan tersebut.
“Jadi tantangan pertama, biaya yang paling besar adalah harga avturnya. Dan harga avturnya akan sangat dipengaruhi oleh keadaan geografis. Jadi kami terus memantau dan antusias melihat perkembangan yang terjadi, terutama di daerah tersebut.
Tantangan kedua adalah peningkatan jumlah penumpang yang signifikan terkait masalah pasokan. Pasalnya, kata dia, pesawat terbang merupakan produk yang harus dibuat dengan hati-hati dan tidak bisa dibuat dengan cepat.
“Karena sepertinya pabrikan yang menyuplai pesawat ini harus hati-hati dalam pengembangan produk dan produksinya. Karena tidak bisa diproduksi dengan cepat ya? Jadi harus hati-hati,” ujarnya.
“Jadi ada ketidakseimbangan dari itu, situasi geopolitik. Sebaliknya selalu minta tiket murah ya, ini semua harus kita imbangi ya,” lanjut Irfan.
Oleh karena itu, Irfan mengatakan agar perusahaan berhati-hati dalam menjalankan operasional perusahaan. Target pertumbuhan perlu dipenuhi namun kita harus memastikan bahwa hal ini dilakukan dengan hati-hati.
“Tetapi kita harus selalu siap menghadapi situasi apa pun,” ujarnya.
Irfan sekaligus mendapat penghargaan sebagai sosok transformasi penerbangan pada detikcom award 2024.
Saat ditemui usai menerima penghargaan, Irfan mengatakan penghargaan ini merupakan pujian kepada krunya di Garuda. Ia kemudian mengucapkan terima kasih detikcom kepada Garuda.
“Saat saya menerima penghargaan ini, menurut saya, itu selalu seperti penghargaan untuk teman-teman di Garuda, saya hanya juru bicara, itu yang terpenting, jadi kami berterima kasih kepada detikcom atas apa yang telah kami lakukan selama ini. Dihargai” kata Irfan.
Ia kemudian menyinggung rencana Garuda menambah jalur penerbangan yang akan dilakukan secara perlahan dan penuh perhitungan. Menurut dia, pertumbuhan perusahaan harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan.
“Jadi seiring berjalannya waktu tentunya kami akan terus menambah channel, namun pelan-pelan saya tidak mau bermanja-manja karena kami harus memastikan bahwa pertumbuhan yang kami ciptakan baik secara finansial maupun jaringan selalu sesuai dengan keinginan kami. . . Kemampuan bukan fashion,” tutupnya. (ily/rrd)