Jakarta –

Read More :

Pemerintah berhutang pada Perum Bulog Rp 16 triliun. RUU ini untuk pengadaan Beras Cadangan Pemerintah (CBP). Bagaimana kabarnya sekarang?

CEO Perum Bulog Bayu Krishnamurthy pun buka suara soal utang Rp 16 triliun. Dia menjelaskan, seluruh utang telah dibayar.

“Sampai saat ini hampir semuanya, saya lupa jumlahnya, tapi hampir semuanya sudah dibayar, semua prosedur audit sudah selesai dan dibayar,” kata Baiu di Bulog Corporate University, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (25). . /4/2024).

Namun Bayu mengklarifikasi, pembayaran sebesar Rp 16 triliun itu secara teknis tidak diberikan kepada Bulog. Katanya, pembayaran sudah dilakukan di bank. Terakhir, pada saat penerapan CBP, Bulog memberikan pinjaman kepada perbankan.

Jadi pembayarannya Rp 16 triliun bukan ke Bulog, tapi untuk menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan Bulog, atau bentuk sebenarnya adalah pembayaran bank, uang itu kita gunakan untuk melakukan operasional, jelasnya.

Ia juga menjelaskan, rincian pinjaman tersebut merupakan selisih harga harga pembelian beras (HBP) yang dilakukan Bulog.

“Misalnya harga dasar Rp 12.000 atau Rp 11.800. Jadi Bulog katanya dijual ke masyarakat Rp 10.900, tapi harga dasarnya Rp 11.800, jadi ada selisihnya. Selisihnya disubsidi oleh pemerintah. , ” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pembayaran tersebut dilakukan karena program tersebut dilaksanakan dan diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebelumnya, berdasarkan catatan detikcom, Menteri Koordinator Perekonomian Erlanga Harterto dalam rapat terbatas mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pak Mulyani membayar Rp 16 triliun.

Tadi atas instruksi Presiden, Menteri Keuangan (Pak Mulyani Indrawati) diminta segera membayar tagihan Bulog yang terkumpul Rp 16 triliun, kata Erlanga usai menggelar rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Pusat. Jakarta. pada hari Senin. (11.06.2023). (teman/teman)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *