Jakarta –
Read More : Cerita PNM Membangun Asa Warga Desa Nepal Van Java
Kepala National Nutrition Agency (BGN) Hinddddo mengunjungi The Archipelago Media Foundation sebagai mitra dengan Unit Nutrisi Fulfritment (SPPG). Pertemuannya adalah mengikuti masalah yang terkait dengan penyalahgunaan dana gratis gratis (MBG).
Dadan memperkirakan distribusi dana yang dibawa ke kaliber SPPG, Pancran, Jakarta. Dia mengatakan dia memiliki kewajiban untuk membayar SPPG sesuai dengan aturan.
“Kepada MBN Foundation Virtual Account Transfer,” kata Dadan dalam pernyataan tertulis pada hari Rabu (4/16/2025).
Dalam dialog, teman itu dijelaskan tanpa masalah dengan BGN karena itu adalah kesalahpahaman yang samar antara pasangan dan yayasan. Selain itu, kegiatan SPPG umum dalam ketentuan MBG dikatakan kontinu.
“Masalah penyalahgunaan dana MBG adalah mitra masalah internal (pemasok dasar dan fasilitas).
Dadan mengatakan bahwa pestanya lebih terpilih untuk menentukan rekan -rekannya yang dapat membantu membangun SPPG. BGN berharap semua pihak dapat mengevaluasi kinerja mereka dan meningkatkan koordinasi yang ditetapkan.
“BGN juga berjanji bahwa di masa depan itu akan memperkuat mitra dan dasar -dasar semua pekerja dari semua pihak dan program MBG,” katanya.
Dilaporkan sebelumnya, Friends of Kalibata Kalibata, Jakarta Selatan melaporkan Yayasan MBG dengan MBP di awal polisi terkait dengan Rp 975.355.000.
“Kami, sebagai pengacara, telah membunuh MBN tanpa membayar satu sen di hak Ny. Ira,” pengacara “korban, dikutip dalam Danna.
Danna mengatakan laporan itu dilampirkan pada nomor: LP / B / 1160 / IV / IV / IV / Sprot / Sprot / Metro Polisi pada Kamis (10/4) pada 14,11 WIB.
Awalnya IRA bertabrakan dengan yayasan dan betis SPPG dari Februari hingga Maret 2025.
“Perselisihan itu terjadi pada hari Senin (3/24), di mana ibu IRA tahu bahwa ada perbedaan anggaran bagi siswa di Paud, TK, RA, atau Dasar,” katanya.
Dalam kontraknya, perjanjian yayasan terdaftar sebagai harga Rp 15.000 porsi, tetapi di tengah jalan variabel Rp 13.000. Yayasan dikatakan mengetahui perbedaan dalam anggaran sebelum tanda tangan kontrak, yang pada bulan Desember 2024.
“Setelah penurunan, hak -hak kami sebagai rekan dapur ditargetkan pada Rp 2.500. Oleh karena itu, Rp 15.500 dan dari Rp 13.500 serta PRP 2.500,” katanya.
Selain itu, diketahui bahwa BG telah membayar dasar RP. 386.500.000. Ketika IRA hampir mengumpulkan hak -hak fondasi, yayasan juga mengatakan bahwa ibu IRA tidak memiliki RP. 45.314.249 dengan persyaratan lapangan. (Help / HNS)