Jakarta –
Read More : X Didenda Brasil Rp 14 Miliar Per Hari Karena Bandel
Seorang bocah lelaki berusia 13 tahun ditembak mati saat operasi COD (cash on delivery) untuk menjual kameranya.
Laporan Kiro7 mengungkap nama korban adalah Matvii Stavkovy. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 Juli di Turnkey Park, Kent, Washington, bagian wilayah Seattle, AS.
Kejadian bermula ketika teman Stavkovo memasang iklan di OfferUp yang menjual kamera, aksesoris, dan tas. Pembeli bernama Zedd ini tertarik membeli ketiganya dengan harga US$1.850 atau sekitar Rp 30 juta.
Kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan COD di turnkey park. Kemudian Stavkovy dan dua temannya lagi pergi menemani penjual menemui pembeli.
Pertemuan tersebut berlangsung pada pukul 21.00. Saat Zedd bertemu pria lain. Ketika kedua pihak sepakat untuk membayar, pria ketiga muncul dan mengeluarkan pistol dari balik kemejanya.
Penjual kamera terjatuh ke tanah dan ranselnya diambil. Tiga atau empat tembakan dilepaskan dari jarak dekat.
Melihat pistol tersebut, Stavkovy dan temannya mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian. Mereka berusaha melindungi diri di balik kendaraan roda empat yang mereka tumpangi.
Sayangnya, satu tembakan mengenai perut Stavkovo. Nyawanya tak terselamatkan saat teman-temannya mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman.
Setelah kejadian tersebut, detektif mencari OfferUp untuk menemukan alamat IP Zedd. Polisi memeriksa rumahnya dan melihat Zedd dengan tas kamera curian.
Zedd ditangkap dan perlengkapan filmnya ditemukan. Namun, Faysay Jafar Abdullahi diadili atas pembunuhan tersebut.
Seorang hakim kemungkinan akan mendakwa remaja berusia 18 tahun tersebut dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama, percobaan pembunuhan dan perampokan tingkat pertama. Abdullahi ditangkap oleh Polisi Kent dan Valley SWAT pada 18 Juli di rumahnya.
Seorang hakim menetapkan jaminan sebesar $2 juta, menurut Kantor Kejaksaan King County. Menurut Daily Mirror, Abdullahi masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan King County di Seattle.
Penyelidik mengatakan korban meninggal karena luka tembak di dada di trotoar di luar Apartemen Kentwood, menurut dokumen pengadilan dan pemeriksa medis daerah.
Dalam penggalangan dana online di Gofundme, keluarga tersebut meminta sumbangan untuk menutupi biaya pemakaman.
โMatthew adalah inspirasi bagi semua orang yang mengenalnya,โ kata situs tersebut. “Dia adalah seorang pemuda berbakat yang mencapai kesuksesan di semua bidang kehidupannya.”
Lihat bagaimana Tiongkok selamat dari bencana Microsoft Blue Screen (afr/afr)