Jakarta –

Read More : Pertengkaran Dahsyat Meletus Antara Elon Musk dan Donald Trump

Blibli terus memperkuat integrasi omnichannel. Upaya terkini telah dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

“Secara umum, adopsi AI secara horizontal yang dilakukan Blibli didorong oleh kebutuhan industri dan bisnis, terutama untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dari sisi efisiensi pengemasan, penerapan AI menjadi solusi bagi Blibli yang tentunya memiliki ratusan juta pilihan produk.” Dengan memilih dimensi kemasan yang tepat, petugas pengemasan akan bekerja keras untuk memastikan produk yang dipesan pelanggan sampai tujuan dalam kondisi baik,” jelas Aziza Purvitasari, Head of Business Process Innovation Blibli.

“Dalam waktu delapan bulan penerapan, Blibli mampu menekan biaya operasional pengemasan produk hingga lebih dari 20 persen dengan memberikan rekomendasi otomatis ukuran dan bahan kemasan untuk melindungi produk lebih baik,” lanjutnya.

Teknologi Blibli AI diterapkan dalam tiga tahap yaitu pra-pembelian, pembelian, dan pasca-penjualan. Pada fase pra-belanja, AI bertindak sebagai pra-filter di jendela belanja.

Hal ini untuk memastikan barang yang dipajang dan dibeli memenuhi beberapa kriteria ketat seperti barang yang dijual bukan obat-obatan terlarang, mengandung pornografi dan SARA.

Blibli AI digunakan untuk menganalisis kualitas visual foto produk yang diunggah untuk memastikan kesesuaiannya dengan deskripsi produk yang diberikan dan secara tidak langsung mendeteksi produk palsu ketika penjual mengunggah data produk ke platform. Tujuannya untuk mencegah pelanggan dari produk palsu dan melindungi merek.

Selain itu, teknologi AI yang dimiliki Blibli memungkinkan pelanggan menemukan produk yang dibutuhkan dan membandingkannya dalam kategori serupa dari segi harga dan kualitas sebelum melakukan transaksi. Banyak aspek dalam berbelanja yang juga didukung oleh kecerdasan buatan, misalnya saja ketika pelanggan berbelanja produk fashion, terdapat fitur kemiripan gambar untuk memberikan rekomendasi produk dengan motif dan pilihan serupa.

Pelanggan juga dapat menerima penawaran tambahan pada produk dari produk yang telah mereka beli sebelumnya atau sedang mereka lihat.

“Melalui inisiatif ini, kinerja rekomendasi produk Blibli meningkat hingga 3,5x dari sisi Clicks Through Rate (CTR),” kata Aziza.

Setelah penjualan, Blibli AI mendeteksi sentimen pelanggan melalui review produk dan secara otomatis mendeteksi cacat produk untuk identifikasi cepat. Blibli mengatakan AI akan mempercepat penyelesaian masalah hingga hampir 50%.

AI juga digunakan untuk memantau kepuasan pelanggan setelah menerima dan menggunakan produk, termasuk memvalidasi foto yang menyertainya. Sentimen negatif yang ditemukan akan ditindaklanjuti oleh tim Blibli Care.

Bicara soal keamanan data, Blibli memastikan sisi operasional telah menyelesaikan sertifikasi ISO/IEC 27001:2013. Selain itu, Blibli terus memenuhi standar keamanan industri dengan menggunakan PCI-DDS dan Keamanan Data Pribadi Pelanggan ISO 27701. Saksikan video “Blibli dan Samsung Electronics Indonesia Luncurkan Samsung Experience Lounge Pertama di Indonesia” (afr/fay)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *