Jakarta –

Read More : Warga Gelar Demo Tolak PPN 12% Dekat Istana, Singgung Daya Beli Lagi Turun

Pemerintah berencana membuat proyek strategis nasional untuk menciptakan dan memperbaiki lahan sawah seluas 3 juta hektar (Ha). Proyek ini dibuat karena suatu alasan.

Salah satu pemicunya adalah berkurangnya lahan pertanian di Indonesia. Apalagi jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahunnya.

Pertambahan jumlah penduduk tentunya akan meningkatkan kebutuhan pangan di Indonesia. Seberapa efektifkah rencana yang juga termasuk dalam program Quick Wins Presiden terpilih Prabowo Sabianto ini?

Menteri Pertanian Andy Imran Suleiman berbicara tentang kemajuan rencana tersebut hingga Indonesia mencapai tujuan swasembada pangan.

Sudah setahun sejak Pak Amir kembali ke Kabinet bulan depan. Bagaimana perasaan Anda tentang kembali ke kabinet dan menghabiskan satu tahun?

Wah, itu keren. Jadi setahun ya, setelah 5 tahun, alhamdulillah kita bisa swasembada tiga kali, bahkan empat kali. Dan mendapat penghargaan dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) kemarin. Ini merupakan penghargaan tertinggi bagi ketahanan pangan. Ini adalah kenangan masa lalu yang bersifat jamak.

Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi sahabat pertanian dan petani di seluruh Indonesia. Yang kita banggakan, karena presiden kita bilang ini medali untuk petani Indonesia, setelah 40 tahun kita dapat.

Setahun yang lalu tantangannya bahkan lebih besar. Ada El Niño di dalam, ada El Niño di luar.

Jadi itu badai dari luar dan dari dalam?

Ada badai, dari kedua sisi. Dulu ada badai, sebelumnya ada El Nino, El Nino dan kekeringan adalah penyebab eksternal. Ini El Nino yang luarnya kuat, kuat sekali, nah ada El Nino di dalam yang kuat sekali. Namun kami tidak mau menyerah, kami berusaha memperkecil segala resiko yang akan timbul.

Menuju otonomi tingkat selanjutnya, salah satu produk yang dikembangkan Kementerian Pertanian adalah percetakan padi. Apa bedanya dengan program lain, termasuk kupon makanan?

Oh ya, kalau bicara kedaulatan, harus pendekatannya holistik, tidak boleh parsial. Pertama: benih yang lebih baik, irigasi yang lebih baik, tidak ada air, tidak ada kehidupan. Setelah itu, pertanian tradisional berubah menjadi teknologi modern dan kemudian menjadi intensitas. Intensifikasi meliputi pemompaan, penyemaian tinggi dan segala macam produk, peningkatan indeks IP penanaman, mulai dari tanam satu kali di lahan kering hingga tanam padi dua atau tiga kali.

Jadi kita harus memparalelkan kelima hal ini. Tidak bisa berdiri sendiri, harus holistik, dari hulu hingga hilir harus ditingkatkan. Jadi tidak bisa berdiri sendiri.

Cetak Sawah Tiga Juta Hektar (ha): Bagaimana kondisi pertanian Indonesia yang kini perlu mencetak sawah baru? Apakah ada tanah yang runtuh atau sejenisnya?

Coba lihat, kenapa perlu mencetak sawah? Setiap tahun populasinya bertambah 3,5 juta. Selama 10 tahun itu berarti peningkatan sebesar 35 juta. bukan Oleh karena itu makanan ini harus disiapkan, makanan untuk setiap kelahiran harus disiapkan untuk Indonesia, maka hendaknya menanam padi.

Ada dua strategi intensifikasi dan ekspansi strategis. Pengasaman, perbaikan benih, perbaikan irigasi, pemompaan, perbaikan tanah, penggunaan mesin pertanian. Nah, itulah intensitasnya.

Ekstensifikasi adalah perluasan lahan sawah. Dengan pertanian modern. Jadi itulah strategi kami. Lalu mengapa Anda perlu mencetak sawah? Populasi kita bertambah dari 3 juta (orang) menjadi 3,5 juta (orang) setiap tahunnya. Jadi, Anda harus menyiapkan makanan.

Jika tidak, permasalahan 5 tahun, 10 tahun akan menjadi masalah tahunan lagi. Untuk mengatasi masalah ini, kami akan menanam dan mencetak 3 juta beras. Mungkin 3 tahun, 4 tahun, 3 juta adalah hal yang tidak biasa.

3 juta hektar dalam 3 sampai 4 tahun ke depan?

Iya kalau bisa 3 juta.

3 juta hektar lahan padi baru tercipta. Jadi apa tujuan akhir setelah 3 tahun?

Kalau kita punya 3 juta (hoki), buat saja. Belum perlu, 1 juta (ya) dulu. Kalau 1 juta (ha), ditanam dua kali saja, 5 ton, rata-rata nasional berarti 10 juta (ton) ya? Waktu produksi 5,5 (ton) berarti 5,5 juta ton. Artinya defisit kemarin 4 juta (ton), 3 juta (ton) sudah teratasi ya?

Bukankah seharusnya lebih banyak yang diimpor?

Jadi kalau 3 juta itu dipersiapkan untuk generasi kita selanjutnya. Tapi itu tidak langsung sempurna. Produksi biasanya 3 ton, produksi awal 4 ton. Tapi yang pasti kita bisa menutupi defisit saat ini. tentu saja.

Jadi tidak serta merta terjadi, misalnya 1 juta hektar di tahun pertama, lalu bisa langsung menutup defisit di tahun yang sama?

Oh tidak – tidak. Biasanya produksi pertama naik menjadi 2 ton, 3 ton per hektar, 5 ton, 6 ton, 7 ton. Ini adalah lahan yang perlu dibersihkan.

Dimana tanahnya pak?

Wilayah kami adalah Marawi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

Negara siapa ini?

Itu milik rakyat. Itu sebabnya kami bekerja untuk rakyat, melalui rakyat. Kalimantan Tengah, para petani senang sekali, lanjutkan ke halaman berikutnya di sebelah kanan

(ada/itu)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *