Jakarta –

Read More : Anggaran Tambahan BGN buat Makan Bergizi Gratis Rp 100 T Cair September

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau di sela-sela KTT APEC yang berlangsung Jumat (15/11/2024) di Lima Convention Center (LCC), Peru.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin menekankan komitmennya untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara, terutama dengan memperkuat perdagangan dan kerja sama di sektor-sektor strategis. Saat ini kedua negara juga telah menyelesaikan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA CEPA).

“Kanada memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia selama puluhan tahun. Kami ingin memperkuat hubungan ini. Saya kira CEPA sudah kami selesaikan,” kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2024).

Presiden Prabowo juga menyoroti bidang kerja sama yang bisa dikembangkan kedua negara. Mulai dari perikanan, industri hingga energi terbarukan.

“Indonesia sangat ambisius. Kita punya banyak sumber energi di luar bahan bakar fosil,” kata Presiden Prabowo.

PM Trudeau juga menyampaikan kabar baik mengenai penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Kanada. Menurut Perdana Menteri Trudeau, perjanjian tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dan Kanada.

“Ini adalah kabar baik bagi perekonomian kita, bagi pertumbuhan, bagi kemakmuran, bagi pekerja dan bagi dunia usaha,” kata Perdana Menteri Trudeau.

Selain memperkuat hubungan dagang, PM Trudeau juga menyoroti beberapa potensi kolaborasi, termasuk di sektor kritikal mineral, pendidikan, energi, dan teknologi digital. Ia juga mengumumkan rencana untuk memimpin misi dagang terbesar Kanada ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Banyak perusahaan Kanada sangat antusias dengan peluang ini,” kata Perdana Menteri Trudeau.

Sekadar informasi, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Negara Dudung Abdurachman dan Duta Besar RI. Republik dari Indonesia di Lima Ricky Suhendar.

(fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *